Seleksi Tilawatil Quran Dibuka, Jabar Perkirakan Peserta Capai 1.500 orang

gomuslim.co.id- Kegiatan Seleksi Tilawatil Quran bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan umat kepada Alquran. Sementara itu  jumlah peserta Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XV Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 mencapai 1.500 orang.

Ajang seleksi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 13 April, di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar, Kota Bandung. Ketua Panitia STQ XV Tingkat Provinsi Jawa Barat Dady Iskandar bersyukur  tahun ini Pemprov dan LPTQ Jawa Barat kembali bisa menyelenggarakan STQ XV Tingkat Provinsi Jabar.

Sementara itu, peserta STQ XV Jawa Barat Tahun 2017 tersebut berasal dari 27 kabupaten/kota dan nantinya akan mengikuti empat cabang perlombaan.

Adapun keempat cabang yang diperlombakan ialah Musabaqoh Tilawah Al Quran untuk anak-anak dan untuk dewasa, Musabaqoh Hifzhil Quran 1 juz dan 5 juz, Musabaqoh Hifzhil Quran 10 juz dan 20 juz, serta Musabaqoh Hifzhil Quran 30 juz serta tafsir Bahasa Arab.

Dady berharap STQ bisa menjadi sebuah jembatan untuk seleksi ke MTQ dan internasional. "Kemudian peserta yang akan mengikuti ini merupakan kafilah daerah yang telah mengikuti STQ di daerah masing-masing," kata dia.

Sedangkan aturan untuk peserta STQ VX Jawa Barat tahun ini akan jauh lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya karena ada sistem online. "Sistem online ini diberlakukan agar tidak terjadi manipulasi data," tukasnya.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bagi daerah yang mendaftarkan peserta dadakan dari daerah lain dan hal itu diperbolehkan asal ada kesepakatan di antara kedua daerah.

"Secara aturan itu memang sah-sah saja misalnya Kota Bandung ambil dari kabupaten/kota lain asal tidak mengubah status kependukukan, yang salah itu jika mengubah KTP si peserta," kata dia.

Berbeda dengan gelaran sebelumnya pada STQ kali ini pihaknya memakai aturan secara online. Aplikasi yang dinamakan e-STQ dan e-MTQ ini diyaniki bisa meminimalisasi kecurangan.

Dengan sistem ini, dia mengaku tak akan ada peserta yang memiki dua status kependudukan. Seperti diketahui, perlombaan semacam ini rentan kecurangan status kependudukan peserta.

"Sebenarnya, sah-sah saja suatu kabupaten/kota memakai pemain dari luar daerah. Asal, ini sesuai kesepakatan antardaerah. Terpenting, peserta tidak diubah status kependudukannya," jelasnya.

Kemudian pihaknya pun melakukan proses sertifikasi bagi Dewan Hakim. Dady menyebutkan proses ini dilakukan tim independen. Mereka yang ditetapkan menjadi anggota Dewan Hakim tersebut sengaja dirahasiakan identitasnya. Ini pun dilakukan guna meminimalisasi kecurangan.

Khusus mengenai kategori lomba, STQ ini mempertandingkan 4 cabang yang masing-masing diikuti 26 golongan. Kategori ini lebih sedikit dari gelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang mempertandingkan 7 cabang.

Secara rinci, keempat cabang yang dipertandingkan itu yakni Musabaqoh Tilawah Alquran, Musabaqoh Hifzil Quran 1-5 juz, Musabaqoh Hifzil Quran 10-20 juz, serta Musabaqoh Hifzil Quran 30 juz dan tafsir bahasa Arab.

"Dari hasil STQ ini, kita mengambil juara ke-1 untuk setiap kategori. Nantinya, meraka akan mewakili Jabar untuk bertanding di tingkat nasional," tegasnya.

Sedangkan pada gelaran sebelumnya kafilah dari Kota Bandung sukses menyabet juara umum. Di tingkat nasional, kafilah asal Jabar ini hanya berada di peringkat ke-3. (nat/jabarprov/dbs)


Back to Top