Ini Dua Maskapai Penerbangan yang Akan Berangkatkan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2017

gomuslim.co.id- Dua maskapai penerbangan ternama di dunia, Garuda Indonesia dan Saudi Airlines akan memberangkatkan jemaah haji Indonesia tahun ini. Hal demikian menyusul penandatanganan  Penandatanganan Perjanjian Angkutan Udara Jemaah Haji Indonesia Tahun 1438H/ 2017M dengan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama.

Dirjen Perjalanan Haji dan Umrah (PHU), Abdul Jamil, Dirut Garuda Indonesia M Arif Wibowo, dan General Manajer Sales and Revenue Management Hajj and Umroh Saudia Sameer Khayyat menandatangani Perjanjian Angkutan Udara Jemaah Haji Indonesia Tahun 1438H/ 2017M di Jakarta, Jumat (07/04/2017).

Dalam sambutannya, Abdul Djamil meminta Garuda Indonesia dan Saudi Arabia untuk segera melakukan percepatan persiapan pengangkutan jemaah haji Indonesia. Percepatan perlu dilakukan, karena Ditjen PHU juga telah melakukan sejumlah akselerasi. Meningkatnya kuota Indonesia, berimplikasi pada kebutuhan pengorganisasian yang rapi dan persiapan lebih dini.

Selain pengumuman Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dilakukan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, percepatan persiapan juga dilakukan dalam proses koordinasi dengan bank penerima pelunasan. Ini dilakukan agar mereka bisa segera melayani calon jemaah yang akan melunasi BPIH mulai Senin, 10 April mendatang.

Adapun percepatan yang perlu dilakukan maskapai penerbangan, menurut Abdul Djamil, antara lain terkait kepastian jadwal penerbangan dan enis pesawat yang akan dipergunakan. "Saya bersyukur bahwa pesawat yang dipakai adalah pesawat-pesawat yang relatif baru sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Kuota haji Indonesia kembali normal mulai tahun ini, yaitu: 194ribu jemaah haji reguler dan 17ribu jemaah haji khusus. Selain itu, Indonesia juga mendapat tambahan 10ribu kuota jemaah regular.

Menurut Abdul Djamil, jemaah haji reguler tahun ini akan diangkut dalam 510 kelompok terbang (kloter). Garuda Indonesia akan membawa 107.974 jemaah dan petugas kloter. Mereka adalah jemaah yang berasal dari embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Sedangkan Saudia Airlines akan mengangkut 98.576 jemaah reguler dan petugas kloter. Mereka adalah jemaah yang berasal dari embarkasi Batam, Palembang, Jakarta, dan Surabaya.

Seperti tahun sebelumnya, pengangkutan calon jemaah haji ke Arab Saudi dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang I mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dan pulang melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIA) Jeddah. Masa operasional pemberangkatan gelombang I dari 28 Juli -11 Agustus 2017. Sedangkan masa operasional pemulangannya dari 6 -20 September 2017.

Untuk pemberangkatan gelombang II, calon jemaah akan mendarat di Bandara KAIA Jeddah dan pulang melalui Bandara AMAA Madinah. Masa operasional pemberangkatan jemaah gelombang II dari 12 -26 Agustus 2017. Sedangkan masa operasional pemulangannya dari 21 September -5 Oktober 2017.

Mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang ini menambahkan, transportasi udara jemaah haji Indonesia dari tanah air ke Arab Saudi pergi pulang menggunakan sistem charter dengan penerbangan langsung tanpa transit, kecuali karena dua alasan.

Pertama, untuk kepentingan pengisian bahan bakar di salah satu embarkasi haji atau wilayah tertentu. Kedua, karena alasan keselamatan penerbangan harus melakukan pendaratan di suatu wilayah, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan dan efisiensi.

Abdul Djamil memastikan, proses Penetapan Pelaksana Transportasi Udara dilaksanakan melalui proses seleksi dengan mengacu pada PMA No. 25 Tahun 2015 tentang Penyediaan Transportasi Udara bagi Jemaah Haji Reguler.

Pada kesempatan yang sama, baik Dirut Garuda maupun GM Saudi Arabian Airlines juga menyatakan kesiapannya melayani calon jemaah haji Indonesia. Mereka berjanji akan menambah fasilitas layanan, seperti armada pesawat terbaru dan fasilitas kursi bussiness class.

Bahkan M. Arif Wibowo menyatakan telah menyiapkan 14 armada berbadan lebar dengan kualitas terbaik yang terdiri dari 3 (tiga) pesawat Boeing 747-400, 4 (empat) pesawat Boeing 777-300 ER dan 7 (tujuh) pesawat Airbus 330-300.

Tahun ini, Garuda Indonesia akan mengangkut 107.974 penumpang dari 9 embarkasi. Sedangkan Saudia Airlines akan mengangkut 98.576 penumpang dari 4 embarkasi. Arif menambahkan, pihaknya telah menyiapkan 506 orang awak kabin yang 57% direkrut dari masing-masing daerah agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan para jemaah haji. Selain itu Garuda juga menyiapkan layanan lain seperti tim medis. (njs/kemenag/dbs)

 


Back to Top