Program BUMP Ikan Gurame Yayasan Baitul Maal BRI Hidupkan Gairah Ekonomi Ratusan Santri di Lampung

gomuslim.co.id-  Jauh dari hiru pikuk kota besar, terdapat Pondok Pesantren yang membina ratusan santri baik dari luar kota maupun masyarakat sekitar. Pondok Pesantren yang terletak di Srimulyo, Lampung Tengah memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa sehingga kemandirian sebuah Pondok Pesantren menjadi contoh bagi Pondok Pesantren yang ada di Indonesia.

Kemandirian secara ekonomi merupakan sebuah pembelajaran dari adanya program  Badan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP) yang diinisiasi oleh Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) Sabtu (08/04/2017).

Menurut  H. Sepyan Uhyadi sebagai Sekretaris Jendral YBM BRI saat ditemui disela-sela kunjungan ke Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PUKR)  Neng’s Creative Home di Lampung, menjelaskan YBM BRI menggulirkan bantuan yang bersifat sosial dan bantuan yang mendorong agar mustahik (penerima zakat) dapat menjadi muzaki (pemberi zakat) di kemudian hari.

“Sudah banyak bantuan YBM BRI di Lampung, salah satunya sejak tahun 2014  adalah bantuan untuk Pondok Pesantren yg termasuk pada Integrasi Program Berbasis Pondok Pesantren. Dimana dalam progran tersebut YBM BRI memberikan bantuan kepada ponpes yg memenuhi 3 syarat utama (memiliki santri yg tinggal di ponpes yang kurang lebih 50-250 orang memiliki izin pendirian ponpes dan tidak terafiliasi partai politik) yakni Beasiswa santri, apresiasi pendidik, sarana dan prasarana dan Badan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP), “ jelasnya.

Menurut Solahudin (35) selaku Pimpinan Pondok Pesantren Riyadlatul Falahin, mengatakan dengan adanya program BUMP YBM BRI sungguh sangat membantu perekonomian Pondok Pesantren. Karena, lanjutnya, Pondok Pesantren merupakan  cikal para pemimpin yang berakhlak serta sumber masyarakat untuk menuju sebuah peradaban jaman.

“Dengan sekitar 100 santri yang kami bina adanya tambahan BUMP YBM BRI hingga bantuan beasiswa bagi santri serta apresiasi pendidik membuat kami termotivasi untuk lebih maju dan menjadi contoh bagi Pondok Pesantren di seluruh Indonesia agar dapat mandiri dalam mengelola perekonomian Pondok Pesantren. Usaha yang kami miliki yaitu usaha perikanan gurame, dengan pencapaian panen gurame 8 kuintal per 4 bulan. Gurame yang kami sortir adalah gurame dengan kualitas A, untuk restauran, hotel-hotel hingga pasar swalayan yang langsung memesan melalui kami, “ tambah Solahudin.

Untuk diketahui, Pada tanggal 6 November 2002 YBM-BRI dikukuhkan oleh Menteri Agama sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional dengan no SK 445. Dengan pengukuhan tersebut YBM-BRI mendapat legalitas untuk mengelola dana Zakat, Infak dan Sadaqah pekerja BRI dan masyarakat. Dengan didirikannya Yayasan Baitul Maal BRI, diharapkan dapat melengkapi lembaga-lembaga yang telah ada lebih dulu. Seraya berpegang teguh pada prinsip fastabiqul khairaat dalam mengangkat martabat mustahik. Di samping itu dimaksudkan agar pekerja BRI selalu peduli terhadap lingkungan sosialnya sebagai wujud implementasi slogan BRI Melayani dengan setulus hati.

Kemudian mulai tahun 2014, YBM-BRI menjadikan Pondok Pesantren sebagai pusat pemerdayaan. Ini berangkat dari hal bahwasanya ponpes merupakan lembaga yang keberadaannya tidak begitu dirasa oleh khalayak. Padahal Ponpes merupakan salah satu sumber mencetak pemuda berkarakter baik dari segi agama maupun ilmu pengetahuan. Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Pondok Pesantren di resmikan oleh Bapak Mustafa Abubakar (Wakil Komisaris Utama PT. Bank BRI), Bapak H. Sarwono Sudarto (Direktur Operasional PT. Bank BRI) dan Pengurus YBM-BRI dengan realisasi pada tahun yang sama YBM-BRI membina 53 pondok pesantren yang tersebar di 19 Kanwil BRI Seluruh Indonesia.

Ada beberapa program yang kemudian diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing Pondok Pesantren, diantaranya; Badan Usaha Milik Pesantren, Apresiasi Pendidik, Beasiswa Santri, Sarana dan Prasarana. (fau/ybmbri)

 


Back to Top