Ini Data Pelunasan Biaya Ibadah Haji di Hari Pertama Buka

gomuslim.co.id- Pelaksanaan ibadah haji tahun 2017 masih beberapa bulan lagi. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 75 Tahun 2017 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1438H/2017M mengatur bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221.000 yang terdiri dari kuota haji reguler (204.000) dan kuota haji khusus (17.000). Kuota haji reguler terbagi menjadi dua, yaitu: 202.518 untuk jemaah haji dan 1.482 untuk petugas haji daerah.

Hari pertama Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), calon jamaah haji reguler tahap I mulai berbondong-bondong mendatangi tempat pembayaran. Tercatat, data pada Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah menunjukan sebanyak 18.668 jemaah telah melakukan pelunasan.

Menurut Kasubdit Pendaftaran Noer Aliya Fitra atau Nafit, jumlah yang sudah masuk sudah 9.22 % dari kuota jemaah haji. “Di banding 2016, pelunasan hari pertama tahun ini lebih banyak. Sebab tahun lalu hanya 13.187 jemaah atau 8,56% yang melakuan pelunasan,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/04/2017).

Pelunasan BPIH tahap pertama bagi jemaah haji regular akan berlangsung sampai dengan 5 Mei 2017 mendatang. Pelunasan dilakukan pada setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 -15.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 09.00 -16.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 -17.00 WIT.

Adapun jamaah haji yang berhak melakukan pelunasan pada tahap pertama adalah mereka yang telah memiliki nomor porsi dan masuk dalam alokasi kuota provinsi atau kabupaten/kota tahun 1438H/2017M, dengan ketentuan, jemaah lunas tunda tahun 1437H/2016M dan tahun sebelumnya, lalu belum pernah menunaikan ibadah haji, telah berusia 18 tahun atau sudah menikah, terhitung pada tanggal 28 Juli 2017, dan jemaah haji nomor porsi berikutnya sebanyak 5% yang berstatus belum haji yang masuk daftar tunggu pada tahun 1439H/2018M dari jumlah kuota provinsi dan kab/kota yang bersangkutan.

“Pelunasan BPIH dilakukan pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH tempat setoran awal dengan menunjukkan bukti pembayaran setoran awal BPIH lembar pertama," jelas Nafit.

Selain itu, ada 18 jemaah kuota cadangan yang melakukan pelunasan. Dalam rangka mengisi sisa kuota haji yang diakibatkan jemaah membatalkan keberangkatannya setelah pelunasan tahap 2 berakhir, pihaknya telah menyiapkan jemaah status cadangan sebesar 5 persen atau 10.193 orang yang diberikan kesempatan melunasi BPIH tahap 1.

"Jemaah cadangan yang telah melunasi akan diproses persiapan keberangkatannya jika masih ada sisa kuota setelah selesainya pelunasan tahap 2," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso mengatakan animo calon haji melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) hari pertama di BRI Syariah cukup tinggi. Meski begitu, BRI Syariah mampu menjalani proses tersebut dengan lancar. "Semua lancar, hingga pukul 12.00 WIB sudah 3.501 calon jamaah yang melunasi," ujarnya.

Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Umrah BRI Syariah Inza Putra mengatakan ada tiga mekanisme yang dilakukan BRI Syariah dan juga BRI yakni calon jamaah melunasi lewat BRI Syariah, calon jamaah melunasi di BRI sebagai bank transito, dan calon jamaah melunasi di BRI lewat kantor layanan syariah (KLS). Banyaknya mekanisme pembayaran dan saluran pelunasan bertujuan mempermudah calon jamaah.

Menurut Inza, di hari pertama pelunasan, tidak ada kendala baik dari sisi teknis maupun layanan. Berkaca dari pengalaman tahun lalu, biasanya di hari pertama penuh dengan problem terutama dari sisi sistem lantaran terlalu banyaknya calon jamaah yang melunasi. Untungnya, kendala itu tidak terjadi hari ini.

Sebelum masuk ke masa pelunasan, BRI Syariah menyiapkan upaya agar sistem tidak bermasalah. Di antaranya melakukan tes stres di mana semua kantor cabang mengakses ke sistem. BRIS juga melakukan pembekalan terhadap kantor-kantor cabangnya hingga menyiapkan suvenir haji. (njs/kemenag/dbs)

 


Back to Top