Bawa Pesan Damai dan Hargai Sesama, Begini Kehidupan Muslim di Kolombia

gomuslim.co.id- Agama Islam hadir sebagai pembawa rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam. Setiap muslim pun selalu hidup berdampingan dengan siapa saja yang berbeda keyakinan dan latar belakang. Budaya masyarakat Kolombia yang sudah ada sebelum Islam datang tetap dihormati dan dihargai.

Demikian disampaikan salah satu pemuka umat Islam di Kolombia, Imam Ahmed Dasuki, beberapa waktu lalu. Menurutnya, Muslim juga menghormati umat agama lain, seperti Katholik dan Yahudi. "Jika Anda ingin pindah agama menjadi Muslim, itu bagus. Jika Anda tidak ingin pindah pun, akan baik-baik saja," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa masjid selalu terbuka untuk siapa saja. Imam Dasuki selalu siap jika ada warga yang ingin mengetahui atau mempelajari Islam. Islam, kata dia, berlandaskan konsep dialog dan hidup berdampingan secara damai. Ia mencontohkan, Islam melarang umatnya mengonsumsi alkohol. Namun, Muslim tak perlu melarang umat agama lain untuk meminumnya.

Ia berpendapat alasan utama orang memeluk Islam adalah karena ingin mencari jalan yang baik untuk mendapat pencerahan spiritual dan menjalankan gaya hidup lebih sehat. ''Islam memiliki itu semua dan itu yang membedakan dengan agama lainnya,'' ujarnya. 

Meski hidup di tengah non-Muslim yang memiliki tradisi berbeda, umat Islam di Kolombia tetap berusaha menjaga keyakinan dan tata kehidupan yang Islami kendati hal itu tak selalu mudah. Misalnya dalam hal mendidik anak. "Kami hidup dalam masyarakat yang terbiasa dengan pesta pora dan pergaulan bebas yang dilarang oleh Islam," ungkapnya.

Namun, betapa pun sulitnya, para orang tua Muslim di Kolombia tetap berupaya menanamkan nilai-nilai Alquran kepada anak-anak mereka.

Sebelumnya, Gallup International dalam jajak pendapat tahunannya menempatkan negara di Amerika Selatan ini sebagai salah satu yang terbahagia di jagat.

“Rakyat Kolombia tampaknya hidup untuk berpesta dan menikmati perayaan. Di negeri ini sepertinya jumlah perayaan jauh lebih banyak dibandingkan jumlah hari dalam setahun,'' tulis Chris Wallace seperti dilansir dari publikasi BBC.

Menurut Wallace, kebahagiaan rakyat Colombia membuncah sejak ditandatanganinya kesepakatan damai antara pemerintah dan kelompok gerilyawan terbesar di Kolombia, FARC pada 2016. “Dari sinilah indeks kebahagiaan Kolombia bermula, setelah bertahun-tahun didera kekejaman dan kesulitan ekonomi,” katanya.

Cobalah bertanya kepada 100 warga Kolombia tentang arti kebahagiaan. Maka, akan muncul 100 jawaban bervariasi namun intinya sama. Salah satu jawaban yang sangat mungkin muncul, “Uang memang penting dan menyenangkan, tapi bukanlah sesuatu yang paling penting. Kami cinta musik dan masyarakat bangsa ini,” ucapnya.

Selain itu, menurut Wallace, ada hal lain yang membuat rakyat Kolombia hidup bahagia. Yakni, tidak ada rasa curiga antarwarga yang disebabkan oleh masalah agama. Data menunjukkan, 90 persen penduduk Kolombia merupakan penganut Katholik. Selain penduduk asli, ada pula imigran dengan kelompok imigran dari Timur Tengah (Arab) Muslim sebagai yang terbesar. Jumlah mereka berkisar 40 ribu sampai 50 ribu orang. (njs/bbc/dbs)


Back to Top