Bank Panin Dubai Syariah Layani Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji

gomuslim.co.id- Salah satu bank yang ditunjuk oleh Kementerian Agama sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) adalah PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. Melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 246 Tahun 2013, Panin Dubai Syariah menjadi bank yang dapat mengelola dana haji bagi para nasabah yang akan menunaikan ibadah haji. 

Sekretaris Perusahaan Panin Dubai Syariah Ahmad Fathoni mengatakan seluruh kantor cabang sudah terhubung secara daring untuk pelayanan haji atau pembayaran BPIH.

"Ini memudahkan masyarakat untuk melakukan penyetoran dan pelunasan keberangkatan haji bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji," ujar Ahmad. 

Pihaknya merasa optimistis Panin Dubai Syariah mampu menjadi bank syariah yang semakin dekat di hati masyarakat dalam proses pelunasan BPIH. Pasalnya, bank tersebut memiliki jaringan luas serta sistem yang terhubung secara daring dengan Kementerian Agama.

Fathoni mengatakan bahwa staff dari pihaknya sudah siap membantu dalam proses pendaftaran haji nasabah. Saat ini, Panin Dubai Syariah memiliki 22 kantor cabang dan sejumlah cabang Panin Bank yang ada di berbagai provinsi di Indonesia.

Calon jamaah haji yang akan berangkat pada 2017 sudah dapat melunasi BPIH mulai Senin (10/04/2017). Tahap pelunasan haji reguler sama dengan haji khusus yang terdiri dari dua tahap. Pelunasan BPIH reguler tahap pertama mulai 10 April 2017 hingga 5 Mei 2017, sedangkan tahap kedua 22 Mei hingga 2 Juni 2017. Pelunasan dilakukan pada setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 sampai 15.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 09.00 -16.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 -17.00 WIT. 

Dalam pelunasan tahap pertama harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kementerian Agama. Jamaah haji yang berhak melunasi BPIH tahap pertama adalah jamaah lunas tunda tahun lalu, jamaah dengan nomor porsi yang masuk kuota tahun ini berusia18 tahun ke atas dan berstatus belum haji, serta jamaah haji cadangan 5 persen sebanyak 10.200 orang.

Adapun jamaah haji yang berhak melakukan pelunasan pada tahap pertama adalah mereka yang telah memiliki nomor porsi dan masuk dalam alokasi kuota provinsi atau kabupaten/kota tahun 1438H/2017M, dengan ketentuan, jemaah lunas tunda tahun 1437H/2016M dan tahun sebelumnya, lalu belum pernah menunaikan ibadah haji, telah berusia 18 tahun atau sudah menikah, terhitung pada tanggal 28 Juli 2017, dan jemaah haji nomor porsi berikutnya sebanyak 5% yang berstatus belum haji yang masuk daftar tunggu pada tahun 1439H/2018M dari jumlah kuota provinsi dan kab/kota yang bersangkutan.

Sedangkan pelunasan BPIH tahap kedua diperuntukkan bagi calon jamaah haji yang mengalami gagal sistem pelunasan tahap perama, calon jamaah haji yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji tetapi mendapatkan porsi tahun ini dan jamaah haji lanjut usia 75 tahun ke atas. (nat/dbs)

 


Back to Top