Bidik Turis Muslim Indonesia, Tiongkok Terus Pelajari Akomodasi Wisata Halal

gomuslim.co.id- Besarnya potensi wisata halal kini mulai jadi bahan pertimbangan beberapa Negara untuk turut mengembangkannya. Salah satu Negara yang kepincut dengan wisata halal ini adalah Tiongkok. Baru-baru ini, Pemerintah Tiongkok sedang berbenah memperbaiki kualitas akomodasi wisata halal bagi wisatawan Muslim. 

Kemewahan dan kemegahan beberapa tempat seperti Hong Kong, Makau dan Guangdong bisa menjadi destinasi andalan pemerintah setempat. Senior Manager Trade Development Southeast Asia, Hong Kong Tourism Board (HKTB), Raymond Chan mengatakan Hong Kong saat ini masih belajar memberikan akomodasi terbaik untuk Muslim Indonesia.

“Hong Kong pada dasarnya hanyalah satu kota yang ukurannya cukup kecil. Oleh karena itu, sangat mustahil bagi Hong Kong untuk membangun tempat wisata. Aspek keragaman dan keterkaitan yang menjadi inti dalam menarik wisatawan mancanegara terutama Muslim dari Indonesia,” ujarnya.

Sementara dari pemerintah Makau, Head of Marketing Macao Govertment Tourism Office, Betty Fok mengatakan,  segmentasi pasar wisatawan mancanegara terutama Muslim masih dipelajari. Bukan saja belajar dalam hal diskusi tapi juga dalam bentuk investasi sumber daya manusia (SDM).

Menurut Betty, pelatihan SDM bidang pariwisata di Makau menjadi hal penting dalam menghasilkan wisata halal terbaik bagi Muslim. Para SDM terutama di bidang perhotelan harus mempelajari bagaimana mengurus makanan dan minuman bagi wisatawan Muslim.

Untuk saat ini, baru kota Shenzhen yang telah jelas mengungkapkan data akomodasi wisata halal. Kota yang berada di Provinsi Guangdong ini telah menyediakan delapan masjid untuk tempat beribadah. Bahkan, mereka juga telah memiliki 1.600-an restoran halal.

Sebelumnya, Kantor Pariwisata Pemerintah Macau (MGTO) menjalin kerja sama dengan Hong Kong dan juga beberapa kota lain di China Selatan seperti Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Zhongshan, hingga Nansha untuk melakukan promosi pariwisata di Indonesia.

Ini dilakukan untuk makin banyak menjaring wisatawan dari Indonesia, dan memperbanyak pilihan destinasi yang menarik untuk dikunjungi di kawasan tersebut. Zhang Xin, perwakilan dari Badan Pariwisata Zhuhai, menceritakan betapa kotanya dulu hanyalah sebuah kampung nelayan yang jauh dari sentuhan kehidupan modern. Namun sejak era reformasi China, perlahan Zhuhai menjadi kota yang maju, nyaman, serta sangat cocok sebagai destinasi wisata.

"Dulu Zhuhai masih desa nelayan yang hidup dari perikanan. Setelah masa reformasi, dan lokasinya sangat strategis, sekarang Kota Zhuhai sangat cocok untuk bekerja dan jalan-jalan. Bahkan Zhuhai pernah dinobatkan sebagai terbaik untuk ditinggali orang asing," ujar Zhang.

Kota Zhuhai memang pernah dinobatkan sebagai 'Most Livable City 2014' oleh Academy of Royal Sciences China. Di Zhuhai, suhu udaranya juga sangat nyaman, berkisar 22 derajat celcius sepanjang tahun. Selain itu, karena tergolong sebagai kota kecil, biaya hidup di Zhuhai tidak begitu tinggi bila dibandingkan dengan Beijing atau Shanghai.

Sementara itu, Kota Guangzhou juga tak kalah menariknya dengan Zhuhai dan Shenzhen. Guangzhou mendapat julukan sebagai Kota Bunga karena kota ini merupakan salah satu kota penghasil bunga utama di China. Selain itu, Guangzhou juga terkenal akan kulinernya yang enak.

"Guangzhou punya hubungan historis yang sangat lama dengan Indonesia. Guangzhou juga dikenal sebagai kota bunga. Kalau Jakarta jadi tuan rumah Asian Games 2018, Guangzhou sudah jadi tuan rumah di 2010. Ada idiom yang berlaku di kalangan lokal China, 'Kalau ke Guangzhou, jangan lupa untuk makan', karena makanannya enak-enak," ujar Shi Dongdong, perwakilan Badan Pariwisata Guangzhou.

Untuk wisata halal, kota-kota tersebut juga sudah mulai memperhatikannya dengan baik. Sudah mulai banyak dibangun tempat untuk beribadah bagi turis muslim di sana. Pun dengan restoran-restoran dengan label halal bagi traveler muslim.

"Di Shenzhen, ada kurang lebih 1.600 restoran halal. Sekarang ada juga banyak tempat yang menyediakan ruang ibadah bagi traveler muslim. Jadi turis muslim tidak perlu khawatir," imbuh Zhang Yiyou.

Dari kota-kota tersebut yaitu Shenzhen, Zhuhai, hingga Guangzhou, semuanya memiliki kesamaan yaitu memperbaiki insfrastruktur dan fasilitas publik agar wisatawan yang berkunjung ke sana bisa merasakan kenyamanan saat liburan. (njs/dbs)


Back to Top