Sambut Musim Haji 2017, Pemilihan Katering Jemaah Indonesia Diprediksi Rampung Akhir April Ini

gomuslim.co.id- Pemerintah Indonesia akan memberangkatkan jamaah haji tahun ini sebanyak 200 ribu lebih jamaah. Adanya normalisasi kuota haji berdampak pada persiapan di Tanah Suci, salah satunya dalam penambahan makanan.

Pemilihan perusahaan penyedia layanan katering untuk jamaah haji Indonesia 2017 masih dalam proses. Sejauh ini, yang sudah selesai hanya pemilihan penyedia layanan katering di Makkah.

Saat ini,  pemilihan perusahaan katering untuk jamaah di Armina dan Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah, masih dalam tahap negosiasi dan kualitas pelayanan hingga pekan depan. Setelah itu barulah proses pemilihan katering untuk di Madinah dilakukan. 

Ketua Tim Katering, Arysad Hidayat mengatakan pemilihan penyedia katering di empat lokasi diperkirakan selesai pada akhir April ini. Penambahan makanan di Makkah dari 24 kali menjadi 25 kali (sehari dua kali makan untuk siang dan malam). Arsyad mengatakan tambahan satu kali makan diberikan pada saat kedatangan atau keberangkatan jamaah dari dan ke Madinah. Pasalnya, perjalanan dari Madinah ke Makkah membutuhkan waktu tujuh hingga delapan jam sehingga jamaah memerlukan energi saat kedatangan atau keberangkatan.

"Apalagi pada saat kedatangan jamaah akan langsung melaksanakan umrah qudum yang membutuhkan energi cukup," ujarnya.

Kemudian untuk katering di Armina, nantinya jamaah akan mendapatkan 16 kali makan semenjak kedatangan pertama di Arafah pada 8 Dzulhijjah sore sampai selesai melaksanakan nafar tsani tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan di Jeddah, satu kali makan akan diberikan kepada jamaah baik yang tiba atau berangkat melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Adapun di Madinah, jamaah akan mendapat makan 18 kali selama jamaah tinggal dan melaksanakan ibadah arbaiin (40 kali) waktu shalat di Madinah.

Belajar dari permasalahan katering tahun lalu, yakni beberapa menu makanan kurang tahan terhadap kondisi panas. Untuk itu tim akan mengevaluasi beberapa menu sehingga nantinya yang disajikan ke jamaah adalah hasil olahan terbaik. Di samping mengevaluasi rasa masakan, yang juga menjadi prioritas adalah peningkatan dan penambahan chef serta tenaga distribusi dari Indonesia.

Arsyad mengkonfirmasi bahwa cuaca Arab Saudi yang bersuhu 50 derajat Celcius membuat jamaah yang baru tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, kelelahan. Oleh sebab itu, pada musim haji tahun ini jamaah akan memperoleh air minum satu botol ukuran 600 mililiter. (nat/dbs)


Back to Top