Kunjungi Pesantren di Demak Jawa Tengah, Mualaf Inggris Ini Berbagi Pengalaman Saat Mengenal Islam

gomuslim.co.id- Dakwah tidak melulu dengan kata-kata, tetapi juga dengan sikap dan teladan baik untuk sesama manusia. Karena sejatinya, inti dari ajaran agama Islam adalah akhlak yang mulia. Hal ini juga merupakan salah satu cara ampuh meluluhkan hati siapa pun yang belum mengenal Islam.

Demikian disampaikan Syeikh Mus’ab saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Seorang mualaf sekaligus magister asal Manchester Inggris yang melanjutkan belajar di Mesir dan Yaman ini datang bersama rombongan Majelis al-Muwashalah baina Ulama al-Muslimin. Majelis ini dipimpin oleh Habib Abu Bakar Adni al-Masyhur. 

Dihadapan para santri, Musáb berkisah tentang sepuluh tahun yang lalu saat dirinya belum mengenal Allah SWT. dan Nabi Muhammad SAW. Ia pun berbagi pengalaman tentang mengapa dirinya tertarik dengan Islam dan kemudian memeluknya.

“Suatu ketika saya melihat para pemuda yang sungguh-sungguh belajar dan berdakwah dengan akhlak mulia. Melihat mereka ada perasaan kagum. Lalu saya bertanya-tanya apa Islam itu? Siapa Muslim itu?,” ujarnya.

Setelah mempelajari Islam, akhirnya ia menyimpulkan bahwa inti ajaran dari Islam adalah akhlak yang mulia. Hal itulah yang membuka pintu hidayah sehingga ia memeluk agama Islam. Beberapa bulan kemudian orang tuanya pun mengikuti jejaknya memeluk Islam.

“Inilah bukti bahwa akhlak mulia dapat mengubah dan berpengaruh pada diri seseorang. Maka praktikkan dalam keseharian kalian. Mungkin nanti ada yang melanjutkan belajar ke mana-mana, yang terpenting adalah niat ikhlas dan sungguh-sungguh sehingga memberi dampak pada akhlak dan karakter masing-masing,” jelasnya kepada para santri.

Ia juga memberikan tips-tips khusus dalam menumbuhkan semangat belajar, yakni niat yang baik, mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan guru, berkumpul dengan orang-orang yang shaleh, memilah dan memilih mana yang positif dalam belajar dan menghindari pergaulan yang negatif.

Habib Muhammad al-Junaid yang sudah beberapa kali bersilaturahim di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen mengungkapkan bahwa tujuan silaturahim ini adalah sebagai  wujud khidmah kepada ulama dan khidmah dakwah umat.

Selain itu, ia juga mengajak untuk tetap bersyukur menjadi santri, karena menjadi santri adalah wujud implementasi dari perintah Hadits Nabi SAW bahwa seorang Muslim dituntut untuk menjadi orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu.

“Dan jangan menjadi tipe orang kelima yang tidak termasuk di antara keempat tipe di atas. Malam ini kita semua berkumpul di majlis ini, majlis yang tidak membedakan antara orang Arab dan non-Arab. Semua setara. Inilah nikmat agama,” tuturnya.

Turut hadir menyambut rombongan segenap pimpinan Pondok Pesantren se-Suburan, Mranggen, Demak, di antaranya KH Muhammad Hanif Muslih, Prof Dr KH Abdul Hadi, KH Muhibbin Muhsin al-Hafidz, KH Ali Mahsun, KH Asif Makhdum, KH Helmi Wafa, dan KH Faizurrahman Hanif.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Hanif Muslih menyampaikan kegembiraanya dan berterima kasih atas kunjungan silaturahmi ini. Ia menuturkan sejarah berdirinya Pondok Pesantren dan perkembangannya sampai saat ini. “Mudah-mudahan kedatangan beliau-beliau ini memberikan barakah kepada Pesantren Futuhiyyah, terutama kepada para santri khususnya,” harapnya. (njs/dbs)


Back to Top