Kapolda Riau Prioritaskan Penerimaan Polisi yang Hafal Alquran, Ini Syaratnya

gomuslim.co.id- Para penghafal Alquran (Hafidz) selalu mendapat kemuliaan dari sisi mana pun. Semua profesi mempunyai nilai lebih jika mampu menghafal kitab suci umat Islam ini. Salah satunya adalah profesi polisi. Baru-baru ini, Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengharapkan ada anggotanya yang hafal Alquran.

Dia juga mengapresiasi adanya pendaftar penerimaan polisi 2017 di Pekanbaru, yang memiliki bakat hafal 30 juz Alquran. “Menurut saya orang yang hafidz Alquran pastilah cerdas. Kehendak saya ini diprioritaskan, tapi ketentuan yang ada harus tetap lulus tes," ujarnya di Pekanbaru, Rabu (12/04/2017).

Hal demikian disampaikan Irjen Pol Zulkarnain saat menjawab seorang pendaftar Tamtama di Kepolisian Resor Kota Pekanbaru bernama Muhammad Faizin yang mengaku hafal Alquran. Didampingi Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Pekanbaru Ipda Dodi Vivino, dia mengaku sudah hafidz dan khatam pada November 2016 lalu.

"Alhamdulillah bang, namun saat ini saya masih mencoba memperdalam hafalan saya. Kemarin pada bulan November 2016 saya menyelesaikan Alquran 30 juz saya," ujar Faizin.

Pemuda kelahiran Mandailing, Sumatera Utara tahun 1996 ini mengaku menekuni dan menghapal Alquran sejak dua sampai tiga tahun lalu. Itu dilakukan sejak kelas III Madrasah Aliyah di Mandailing.

Setelah tamat, dia mengaku sempat berkeinginan untuk pergi ke Timur Tengah. Namun cita-citanya itu tidak diizinkan orang tua, lalu dia memutuskan untuk masuk ke Pondok Tahfiz Lazizmu di Pekanbaru. "Di sanalah saya dibimbing oleh guru saya. Saya ditarget dalam satu bulan harus bisa hapal 1,5 juz," ungkapnya.

Saat ditanyai alasannya masuk polisi, dia mengaku selain ingin mengabdikan hidupnya pada negara, juga ingin berdakwah. “Saya ingin menjadi abdi Negara sekaligus dakwah di jajaran instansi kepolisian,” ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Riau pada rapat koordinasi penerimaan Polri di Riau pernah mengharapkan adanya pendaftar yang hafidz Alquran. Menurutnya kepilisian butuh orang seperti itu karena pasti moralnya bagus. "Kalau memungkinkan apakah ada caranya, siapa tahu bisa. Supaya polisi ini isinya orang baik-baik saja," tutur Kapolda Riau.

Jendral Polisi bintang dua tersebut berharap keinginannya ini terpenuhi dalam proses penerimaan calon anggota polisi tahun ini, baik dari Tamtama, Bintara, maupun Taruna Akpol. "Kita bahagia sekali kalau pak Polisi itu Hafizd Al quran. Tiada lain maksud saya polisi ini baik," ungkapnya.

Pejabat utama dan Stake holder pun dikumpulkan dalam rapat proses penerimaan Polisi tahun 2017. Keinginannya ini serius ingin diwujudkan. Ia bahkan menginstuksikan menerima calon anggota Polri yang kekurangan syarat sedikit di bawah batas toleransi jika yang bersangkutan Hafiz Alquran.

Kapolda bahkan berharap mungkin ada yang mendaftar dari alumni pesantren untuk mewujudkan cita-citanya tersebut. "Dari pondok-pondok pesantren barang kali," ujarnya.

Selain Hafiz Alquran, mantan Kapolda Maluku Utara ini pun berharap agar proses penerimaan dilakukan secara bersih dan transparan. Ia betul-betul mengingatkan jajarannya untuk tidak memungut biaya kepada calon untuk meloloskan mereka. (njs/dbs)


Back to Top