Empat Pesantren Ini Jadi Sarana Pengembangan Jaringan Agen Elpiji Syariah

gomuslim.co.id- Pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Pesantren. Berbagai program pun dilakukan untuk kemajuan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Baru-baru ini, PT Pertamina menguji coba pengembangan sistem pemasaran elpiji non subsidi melalui program agen elpiji syariah di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur.

Menurut Manajer Domestik Gas PT Pertamina Region V Jatim Bali Nusa Tenggara, Hardjono,  uji coba program pemasaran tersebut telah dilakukan di empat pondok pesantren di wilayah eks-Karesidenan Kediri. "Kerja sama agen elpiji syariah sementara ini sudah dilakukan dengan empat ponpes di Blitar dan Tulungagung," ujarnya saat peresmian agen elpiji syariah di Pondok Pesantren Fattahiyyah, Tulungagung, Kamis (13/04/2017)

Pengembangan konsep pemasaran elpiji secara syariah itu, kata dia, dikhususkan untuk produk elpiji non subsidi, terutama untuk jenis "bright" dengan ukuran 5,5 kilogram. Selain bertujuan membantu pemasaran elpiji nonsubsidi di masyarakat, program agen elpiji syariah diharapkan bisa membantu kalangan pondok pesantren untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Hardjono menuturkan bahwa pesantren telah memiliki kemampuan pengembangan usaha secara berjejaring dengan konsep ekonomi syariah tersebut. “Agen elpji syariah ini memiliki keleluasaan untuk membangun kerja sama bisnis dengan outlet-outlet penjualan elpiji di sekitarnya hingga tingkat desa dengan sistem bagi hasil atau bagi untung," paparnya.

Adapun mengenai keuntungan yang didapat oleh outlet penjualan elpiji nonsubsidi, akan dibagi sesuai kesepakatan yang ditentukan oleh pihak agen dengan outlet yang berjejaring. “Apakah bagi hasilnya 70:30, 65:35, atau 75:25, itu terserah kesepakatan mereka. Agen yang pegang kendali dan Pertamina hanya membantu serta mengajari teknis pemasarannya. Keuntungan mereka yang dapat," jelasnya.

Selain itu, dukungan lain yang diberikan Pertamina adalah penyediaan (peminjaman) tabung elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram maupun 12,5 kilogram untuk pemenuhan kebutuhan sirkulasi pemasaran di setiap agen yang ditunjuk oleh Pertamina. "Target kami tahun ini kerja sama agen elpiji syariah di 40 sampai 50 ponpes di Jatim," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan jika animo masyarakat baik dan pemasaran elpiji nonsubsidi melalui program pemasaran syariah berhasil, Pertamina berencana mengadopsi konsep pemasaran tersebut sebagai program nasional dan diberlakukan di ponpes-ponpes lain di seluruh Indonesia.

"Ini adalah program dari pusat. Namanya 'Marketing Tripoin-O'. Marketing 'rahmatan lil alamin'. Jadi bukan hanya cari keuntungan, tapi juga berbagi keuntungan ke pondok-pondok pesantren sekaligus beramal dalam pengembangan pondok pesantren di Indonesia," tuturnya.

Uji coba ini, kata dia, selain membantu program Pertamina, juga mendukung program pemerintah seperti amanah Presiden Joko Widodo untuk mengajarkan teknis pemasaran di pesantren-pesantren.

“Hal ini menjadi komitmen kami untuk terus mendorong pesantren agar mampu mandiri secara ekonomi. Selain itu, mendukung program pemerintah khususnya dari Pertamina,” tandasnya. (njs/antara/dbs)

 


Back to Top