Inilah Masjid Perempuan Kedua di Negeri Paman Sam

gomuslim.co.id- Masjid merupakan tempat ibadah sekaligus pusat peradaban bagi umat Islam. Setiap masjid memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri baik dari sisi arsitektur bangunan maupun aktivitas didalamnya. Seperti masjid di Berkeley, California, Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh seorang perempuan.

Sebelumnya, sebuah masjid di Kota Los Angeles AS yang dibuka tahun lalu juga dipimpin oleh seorang perempuan. Bedanya, Masjid kedua di Kota Berkeley yang baru dibuka pekan kemarin ini bisa diikuti oleh jemaah laki-laki juga.

Dua tahun setelah masjid perempuan dibuka di Los Angeless, masjid perempuan yang kedua juga resmi dibuka di Berkeley, Kalifornia, Amerika Serikat pada Jumat (14/4) kemarin. Perbedaannya, kegiatan ibadah di masjid yang diberi nama Masjid Qalbu Maryam kali ini bisa diikuti oleh jamaah laki-laki juga.

"Masjid Perempuan Qal'bu Maryam adalah tempat bagi perempuan untuk beribadah di tempat suci, tanpa harus bersembunyi di dalam kamar lembap.” kata Rabi'ah Keeble, pendiri masjid tersebut, seperti dilansir dari publikasi Al Arabiya, pekan lalu.

Kebanyakan masjid di seluruh dunia mengizinkan perempuan dan laki-laki untuk beribadah di masjid yang sama, namun dipisahkan dalam tempat berbeda. Di Masjid Perempuan Los Angeles, hanya laki-laki yang berusia di bawah 12 tahun yang diperbolehkan beribadah di masjid tersebut. Hal inilah yang membuat masjid Qal'bu Maryam menjadi yang pertama.

"Kami ingin membangkitkan semangat perempuan. Sama seperti Nabi yang mencintai wanita, kita juga harus mengikuti jejaknya, mencintai diri sendiri dan satu sama lain," kata dia.

Menurut Keeble, selama ini banyak yang tidak percaya bahwa suara perempuan juga harus didengar dalam doa. “Pria dibuat untuk percaya bahwa suara perempuan merupakan rayuan dan jika mereka mendengar suaranya mereka akan terdorong untuk berbuat Zina. Pria harus berpikir lebih baik dari diri mereka sendiri. Mereka bukan binatang," katanya.

Keeble menjelaskan bahwa di Masjid Qal'bu Maryam, tidak ada imam sebagai ulama yang memimpin ibadah di masjid tersebut. Sebaliknya, para jemaah perempuan akan bergantian memimpin doa dan menjadi pengkhutbah.

“Masjid ini memiliki arti 'Hati Siti Maryam'. Jemaah duduk dan mendengarkan doa-doa dan khutbah. Namun, tidak terdapat seorang imam atau ulama khusus di sini, perempuan di masjid ini hanya bergantian dalam memimpin doa dan melakukan diskusi,” paparnya.

Ada sekitar 50 orang yang hadir di masjid itu, yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Tidak hanya itu, pada peresmian tersebut juga dihadiri umat Kristen dan Yahudi. Masjid ini menggambarkan persaudaraan antar umat beragama.

Untuk diketahui, Keeble merupakan seorang Muslimah berusia 40-an yang meninggalkan agama sebelumnya, yaitu agama Kristen. Menurut dia, ia mendirikan masjid tersebut lantaran ingin mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW yang begitu peduli dan membela kaum perempuan. (njs/alarabiya/dbs) 


Back to Top