Pesantren Tani Binaan Rumah Zakat Kenalkan Produk Minuman 'Smoothie Sawi Hidroponik'

gomuslim.co.id- Rumah Zakat Bekasi dalam program Pesantren Tani (PESAT) dan kader Bank Sampah Sempu Cikarang mengadakan launching produk smoothie sawi rasa alpukat. Smoothie sawi merupakan varian minuman baru dari sayuran hidroponik yang tidak kalah rasanya dengan minuman kafe.

Smoothie adalah minuman berbahan baku buah-buahan, sayuran, sirup, gula pasir, susu tawar cair dan es batu, serta bahan-bahan lain. Selain penambahan susu sebagai ciri khas smoothie, yoghurt, cokelat dan susu kental manis juga seringkali ditambahkan ke dalam smoothie. Tekstur smoothie lebih pekat dibandingkan jus.

Chief Program Officer Rumah Zakat,  Noor Yahya Muhamad mencoba langsung minuman hasil olahan dari Pesantren Tani Sempu tersebut saat pengenalan produk perdana, bertempat di Green House Hidroponik Sempu, Sabtu (15/04/2017).

“Rasanya enak dan tidak ada bau sayuran,” ujar Noor. Selain itu juga turut hadir beberapa pejabat desa lainnya. Tak hanya itu, launching smoothie sawi rasa alpukat tersebut kedatangan stand up komedi Syamsuri SUCA 2 yang turut serta mencicipi minuman produk dari smoothie.

Dalam sambutanya, Lurah Janin selaku Kepala Desa Pasir Gombong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, juga turut memberikan apresiasi dan berjanji akan mensupport kagiatan PESAT kampung berseri Rumah Zakat, agar mampu berkembang dan lebih  bermanfaat untuk masyarakat.

Pesantren Tani (PESAT) merupakan Program Kampung Berseri Binaan RZ Cabang Bekasi yang berlokasi di Kampung Sempu RT 04/04 Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi.

PESAT berdiri pada tanggal 16 Oktober 2016, dengan jumlah team 10 orang, pesantren ini dibentuk karenakan semakin sulitnya bagi warga untuk bercocok tanam di pekarangan rumahnya, juga diantaranya karena ada beberapa faktor lingkungan yang sudah tercemari limbah pabrik, sempitnya lahan kosong karena dipenuhi pemukiman, kurangnya pemahaman tentang bercocok tanam, dan tingginya suhu di wilayah tersebut.

Sehingga hal tersebut menyebabkan tanaman sulit untuk tumbuh subur terutama tanaman jenis sayuran. Dengan kondisi inilah RZ Cabang Bekasi melalui program Kampung Berseri mencoba melakukan pemberdayaan lingkungan di wilayah terebut dengan program Pesantren Tani (PESAT).

PESAT diibaratkan sebuah Pesantren yang terus mengedukasi santrinya belajar dan didampingi sampai mampu untuk mandiri. Di bidang pertanian sekala urban farming, tugas kami memberi semangat  kembali dalam bercocok tanam kepada warga, walaupun di Kampung ini suhu panasnya luar biasa tinggi, dan lingkungan sudah tercemari limbah pabrik.

Program ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sudah bergabung menjadi Santri Tani berupa pendampingan, Pelatihan pengembangan tanaman dan pengelolaan tanaman sekala urban farming. Anggota PESAT atau disebut Santri Tani diambil dari masyarkat, tercatat sudah ada 20 orang santri tani dari wilayah tersebut, jenis sayuran yang ditanam diantaranya tomat, cabe, pockcoy, sawi dan slada. (nat/rumahzakat/dbs)

 

 


Back to Top