Sambut Musim Haji 2017, Arab Saudi Perluas Sektor Industri Perhotelan

gomuslim.co.id- Seiring meningkatnya industri pariwisata religi dan kenaikan permintaan ibadah umroh dan haji. Canadean menilai akan ada 20 juta orang yang datang ke Arab Saudi pada 2020.

Berdasarkan laporan Canadean menunjukkan penyelenggaraan ibadah haji memberikan peluang pariwisata tidak hanya bagi pemangku kepentingan domestik, namun juga internasional. Terutama grup-grup hotel dan operator tur lantaran bakal ada dua juta jamaah haji yang akan datang pada September ke Mekkah.

Adanya kenaikan tersebut membantu mengurangi kerugian yang diderita Arab Saudi baru-baru ini di sektor perminyakan yang menyumbang 40 persen produk domestik bruto (PDB) dalam negeri.

Ibadah haji yang merupakan sebuah ritual tahunan dan terbesar dalam agama Islam membuat Pemerintah Arab Saudi sadar betapa pentingnya untuk terus berinvestasi terutama membuat para jemaah haji aman dan nyaman ketika beribadah.

Pemerintah Saudi menginvestasikan banyak uang untuk hotel-hotel baru dan menghabiskan lebih dari 13 juta dolar AS (Rp 172 miliar) per tahun untuk merenovasi kawasan Mekkah.

Analis Canadean, Gillian Kennedy menilai lebih spesifik lagi tedapat rencana pengembangan banyak hotel termasuk Hotel Abraj Kudai yang akan menjadi terbesar di dunia dengan 10.000 kamar.

“Pembiayaan tersebut diperkirakan menelan dana mencapai 3,6 miliardollar AS,” tandas Kennedy, seperti dilansir dari publikasi Arabnews.

Kemudian berdasarkan data statistik Pemerintah Saudi, belanja para turis selama musim haji meningkat 30 persen dibanding tahun lalu dan diperkirakan bisa menyentuh angka 6,9 miliar pada 2017. 

Adanya peningkatan tersebut telah diperkirakan setelah Pemerintah Saudi mengakhiri penerimaan kuota haji guna menghindari peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan lantaran kelebihan kapasitas.

Kendati demikian, beberapa insiden yang terjadi ketika musim haji tetap tidak menyurutkan permintaan untuk bisa beribadah haji dan justru bertambah setiap tahunnya.

Dengan lebih dari tiga juta pengunjung per tahunnya, akomodasi turis di Arab Saudi mengalami peningkatan harga. Pasalnya, belanja jamaah haji yang tak kurang dari 40 persen untuk akomodasi seperti hotel atau apartemen lengkap dengan furnitur membuat banyak kesempatan investasi terbuka dengan pasar terus berkembang di negara kerajaan tersebut. 

"Sekarang ada 13 dari 15 lingkungan lama di Mekkah yang telah dibangun kembali untuk menjadikannya kamar-kamar hotel dan ruang-ruang komersial," ujar Kennedy.

Selanjutnya, adanya pembangunan juga bukan tanpa sebab karena tiap satu meter persegi lahan di sekitar area Masjidil Haram saat ini dihargai sekitar 122.350 dolar AS atau setara Rp 1,6 miliar. "Imbasnya tentu saja banyak penduduk lokal menjual properti mereka ke pemerintah atau para pengembang real estate," tandasnya. (nat/arabnews/dbs) 

 


Back to Top