Undang Ulama ke Istana, Presiden Harap Ada Peningkatan Kehidupan Beragama di Tanah Air

gomuslim.co.id- Ulama mempunyai peranan penting dalam keberlangsungan kehidupan beragama di Tanah Air. Sosok ulama yang menjadi panutan bagi masyarakat memegang posisi sentral dalam meningkatkan kualitas keagamaan.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/04/2017). Dalam pertemuan tersebut, Presiden memohon saran dan sumbangsih pemikiran dari para ulama. Ikut mendampingi Presiden, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menkopohukam Wiranto, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

Tampak hadir pula sejumlah tokoh di antaranya Syafiq Mughni (Muhammadiyah), Yusnar Yusuf (Jam'iyatul Washliyah), Basri Barmanda (Perti), Mahfud M.D. (KAHMI), Jimly Asshiddiqie (ICMI), Hamdan Zoelva (Syarikat Islam), Dahnil Anzar (Pemuda Muhammadiyah).

Ikut hadir juga, Yaqut Cholil Qoumas (PP GP Ansor), Siti Noordjannah Djohantini (Aisyiah), Anggia Ermarini (Fatayat NU), Habib Zain bin Umar bin Smith (Ketum Rabithah Alawiyah), Arifin Ilham (Majelis Az-Zikra), dan Yusuf Mansur (PP Darul Qur'an).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Presiden menyampaikan beberapa hal terkait sejumlah isu yang memerlukan sumbangsih pemikiran dari ulama. “Pembahasannya terkait dengan upaya kita bersama untuk meningkatkan kehidupan keagamaan di Tanah Air, sekaligus juga kehidupan keumatan di Tanah Air ini," ujar Menag.

Pertemuan yang berlangsung sekira satu setengah jam tersebut berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan program-program pemerintah yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kehidupan umat beragama.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI KH. Makruf Amin menuturkan salah satu masalah yang disampaikan Presiden adalah terkait rencana redistribusi aset tanah-tanah yang akan dibagikan kepada masyarakat, ormas, dan pesantren-pesantren.

Presiden juga mengutarakan adanya rencana kemitraan antara pengusaha besar dengan masyarakat dan ormas. Juga masalah narkoba yang semakin hari semakin memprihatinkan serta masalah terorisme dan radikalisme yang juga meminta perhatian dan dukungan para ulama," kata KH Ma'ruf Amin.

Terkait hal ini, lanjut KH. Maruf, para ulama menyatakan kesiapannya untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. "Para ulama sepakat untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang tadi disampaikan Bapak Presiden baik yang menyangkut redistribusi aset, masalah kemitraan, penanggulangan narkoba, terorisme dan radikalisme, hingga untuk menjaga situasi yang kondusif," ucapnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga meminta dukungan para ulama agar turut menjaga situasi tetap kondusif menjelang Pilkada DKI beberapa hari lagi. "Beliau meminta agar para ulama ikut menenangkan supaya situasi tetap kondusif. Jangan sampai merusak suasana dan menimbulkan perpecahan bangsa serta jangan sampai ada membuat bangsa ini menjadi terpecah," kata Biro Pers Istana.

Menanggapi hal tersebut, para ulama menyatakan kesiapannya untuk mendukung kebijakan-kebijakan Presiden Joko Widodo. "Para ulama sepakat untuk menjaga situasi yang kondusif. Pilkada yang akan dilaksanakan tanggal 19 April nanti itu jangan ada mobilisasi dari pihak mana pun sehingga menimbulkan ketidakstabilan suasana di DKI Jakarta," tutup KH Ma’ruf Amin. (njs/kemenag/dbs)

 

 


Back to Top