Ini Jajaran Direksi dan Komisaris Baru BRI Syariah

gomuslim.co.id- Setelah BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri (BSM) mempunyai jajaran pengurus baru, kini BRI Syariah pun melakukan pergantian susunan dewan direksi dan komisaris. Keputusan tersebut seiring dengan persetujuan dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BRI Syariah, di Kantor Pusat BRI Syariah, Abdul Muis Jakarta Pusat Selasa (18/04/2017).

Posisi Direktur Bisnis Mikro dan Pendanaan BRI Syariah yang sebelumnya diisi oleh Erdianto Sigit Cahyono kini diganti Hilman Purakusumah. Hilman sendiri sebelumnya menjabat sebagai Commercial Banking Group Head BRI Syariah.

Sementara pada susunan komisaris, Eko B Suharno diangkat sebagai Komisaris Utama menggantikan Indra Kesuma. Jabatan keduanya berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso, berharap dengan susunan direksi dan komisaris yang baru akan memacu kinerja BRI Syariah. “Susunan pengurus terbaru saya harap dapat lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Dengan demikian Susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah PT. Bank BRI Syariah sehingga menjadi sebagai berikut :

Komisaris Utama  : Eko B. Suharno

Komisaris     : Hermanto Siregar

Komisaris     : Komaruddin Hidayat

Komisaris     : Anggito Abimanyu

Direktur Utama : Moch. Hadi Santoso

Direktur               : Hilman Purakusumah

Direktur               : Indra Praseno

Direktur             : Wildan

Direktur             : Agus Katon Eko S

Dewan Pengawas Syariah

Ketua : KH. Didin Hafidhuddin

Anggota : M. Gunawan Yasni

Selain itu, hasil RUPS tersebut juga memutuskan persetujuan Laporan Tahunan Perseroan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2016, termasuk penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Subordinasi I Bank BRISyariah Tahun 2016.

“RUPS juga menyetujui laba bersih perseroan yang dibagi penggunaannya adalah Laba Bersih periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar Rp 170.209.226.488,- (seratus tujuh puluh miliar, dua ratus sembilan juta, dua ratus dua puluh enam ribu, empat ratus delapan puluh delapan rupiah)," tambah Hadi.

Adapun pembagian dividen dilakukan dengan ketentuan pembagian sebagai berikut:

a. Penyisihan cadangan Perseroan sesuai Pasal 70 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebesar 10 persen (sepuluh persen) dari Laba Bersih Tahun Buku 2016 atau sebesar Rp 17.020.922.649 (tujuh belas miliar, dua puluh juta, sembilan ratus dua puluh dua ribu, enam ratus empat puluh sembilan rupiah).

b. Sisanya sebesar 90 persen (sembilan puluh persen) dari Laba Bersih Tahun Buku 2016 atau sebesar Rp 153.188.303.839,- (seratus lima puluh tiga miliar, seratus delapan puluh delapan juta, tiga ratus tiga ribu, delapan ratus tiga puluh sembilan rupiah) ditetapkan sebagai Laba Ditahan Perseroan.

2. Menyetujui pembayaran Zakat Perseroan sebesar 2,5 persen (dua koma lima persen) dari Laba Bersih Tahun Buku 2016 atau sebesar Rp 4.255.230.662,- (empat miliar, dua ratus lima puluh lima juta, dua ratus tiga puluh ribu, enam ratus enam puluh dua rupiah) dan dibebankan dalam Tahun Buku berjalan 2017;

3. Menyetujui Pemberian kuasa dan wewenang kepada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku wakil Pemegang Saham Perseroan untuk menetapkan Tantiem bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk Tahun Buku 2016. (njs/brisyariah/dbs) 


Back to Top