Baznas Luncurkan Sistem Zakat Online SiMBA di Papua

gomuslim.co.id- Dalam upaya mengelola zakat umat Islam setempat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Biak Numfor, Papua mengembangkan Sistem Manajemen Informasi (SiMBA) berbasis online. Komisioner Baznas Biak, Muhammad Nasir mengatakan sistem aplikasi SiMBA merupakan sebuah sistem secara nasional diterapkan Baznas bertujuan terciptanya sistem pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel di kabupaten/kota seluruh Indonesia.
 
"Dengan adanya Simba berbasis online maka peran koordinator zakat bisa menjangkau hampir di seluruh wilayah Indonesia," ungkap Nasir, Kamis (20/04/2017).
 
Dikatakannya, dalam hal integrasi pengelolaan zakat di kabupaten/kota diselaraskan dengan UU No.23/2011 dimana Baznas diberi amanah sebagai koordinator zakat nasional. Dengan adanya amanah tersebut, Baznas membutuhkan sebuah sistem manajemen informasi yang dapat membantu operasional Baznas (pusat, provinsi, kabupaten/kota) dan lembaga amil zakat.
 
"Dalam sistem manajemen informasi yang bisa menghasilkan laporan yang berjenjang dari kabupaten/kota ke provinsi, dari provinsi ke pusat, dan dari pusat ke Presiden/DPR," tukasnya.
 
Menurut Nasir, sistem SiMBA Baznas akan memuat laporan keuangan standar yang mengacu kepada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109 serta akan diterbitkan kartu nomor pokok wajib zakat (NPWZ) dan bukti setor zakat.
 
Melalui aplikasi SiMBA, muzaki akan dilayani sebaik mungkin mulai dari registrasi sampai ke pembayaran dan pelaporan secara transparan dan legalitas bukti validasinya. Dengan data based yang diinput Baznas kabupaten/kota, lanjutnya, maka Baznas provinsi akan bisa membaca laporan dari seluruh kabuten/kota yang ada dalam wilayahnya.
 
Sementara itu, Nasir mengaku untuk penerbitan nomor pokok wajib zakat dalam waktu dekat dapat dicetak di Baznas Biak karena sudah mendapatkan bantuan mesin cetak dari Baznas Provinsi Papua. Berdasarkan data potensi pengumpulan zakat infaq dan shadaqah bagi umat Islam di Kabupaten Biak Numfor pada bulan Ramadhan 2016 mencapai di atas Rp 500 juta lebih.
 
Sebelumnya,  Sistem Manajemen informasi Baznas atau SiMBA lahir dan diawali dengan membangun master plan IT pada bulan November 2011 sampai Januari 2012. Dalam rancangan tersebut, sistem informasi di Baznas dibangun baik dari teknologinya, ruang lingkupnya, input maupun output-nya. Setelah itu, dibuat Standard Operating Procedure (SOP) nya.
 
SiMBA dapat dipergunakan oleh Baznas di seluruh Indonesia sebagai standar operasional lembaga zakat dan pelaporan zakat nasional. SiMBA memiliki dua sistem, yaitu Sistem Informasi Operasional (SIO) dan Sistem Informasi Pelaporan (SIP). Dengan sistem ini, masing-masing Baznas dan LAZ menggunakan SIO untuk operasi sehari-hari dengan pendekatan kas masuk dan kas keluar. Pada kas masuk, antara lain, dapat diinput data base muzaki, transaksi penghimpunan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS). Sedangkan dalam kas keluar, bisa diinput data base mustahik dan penyaluran ZIS. (nat/dbs)
 
Baca juga:
 
 

Back to Top