Kunjungi Masjid Istiqlal, Wapres AS Puji Keberagaman dan Islam Indonesia

gomuslim.co.id- Indonesia merupakan Negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Meski demikian, mayoritas tidak menindas atau mengurangi hak-hak minoritas. Islam moderat di Tanah Air selalu menjadi contoh dan pelajaran bagi Negara lain bahwa Islam dan demokrasi bisa berdampingan dengan terus mengedepankan perdamaian.  

Demikian disampaikan Wakil Presiden Amerika Serikat, Michael Richard Pence dalam kunjungan kenegaraanya ke Indonesia di Istana Presiden baru-baru ini. Ia datang bersama istrinya Karen Pence dan kedua putrinya, Charlotte serta Audrey Pence pada Rabu (19/04/2017). Ketiganya terlihat mengenakan pakaian tertutup dan selendang sebagai penutup kepala.

Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia, Pence berulang kali melontarkan pujian setinggi langit untuk Indonesia. Apalagi, kata dia, hubungan bilateral AS dan Indonesia sangat strategis. Pemerintah AS bangga menjadi bagian dari perkembangan Indonesia. "Presiden mengatakan kita akan melihatnya lebih jauh dan berkesinambungan. Amerika juga bangga bisa mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia," kata Pence.

Pence juga menyampaikan rasa kagumnya dengan keragaman di Indonesia meski sebagai negara muslim terbesar di dunia. "Sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, Islam moderat di Indonesia dan keberagamannya menjadi inspirasi dunia. Dan kami, sangat kagum dengan hal itu," ucapnya.

Ia juga mengatakan persatuan dalam keragaman di Indonesia bisa membawa kebaikan bagi dunia. Hal tersebut yang menjadi alasan Indonesia menginspirasi tak hanya Amerika Serikat, tapi juga internasional. "Sebagai negara muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia kita juga sepakat untuk menguatkan kerja sama di bidang perdamaian," jelasnya.

Selepas bertemu Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Presiden AS Michale Pence bertolak mengunjungi Masjid Istiqlal. Imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menemani Pence berkeliling masjid bersejarah itu. Dia menceritakan saat berkunjung di Istiqlal, Pence sempat terkesima melihat lokasi Istiqlal yang berseberangan dengan Gereja Katedral. Pence memuji toleransi antarumat beragama di Indonesia.

"Beliau juga melihat Masjid Istiqlal ini dilihat dari kombinasi join parking antara gereja dengan masjid. Kemudian, arsitekturnya juga dibuat oleh orang Protestan. Sangat kaget katanya, 'This is the first time I've ever heard.' Bahkan saya katakan cleaning service-nya ada yang dari nonmuslim. Yang manjat-manjat-nya itu kan best practice kebetulan beragama Buddha dan dia tidak mau dibayar," kata Nasaruddin.

Pence juga takjub dengan bedug di masjid Istiqlal yang sudah berusia 300 tahun. "Dengan adanya bedug, beliau kaget, 'Saya baru tahu itu ada bedug di masjid, apalagi berumur 300 tahun kayunya,” imbuhnya.

Kunjungan ini disambut baik oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. "AS merupakan negara besar, dengan pengaruh besar, jadi seharusnya mewakili dirinya sebagai negara yang ramah pada semua orang. Semoga kunjungan Pence mengindikasikan perubahan sikap, setidaknya mereka menjauh dari posisi yang menunjukkan mereka tidak begitu menyukai Islam," tutur Ma'ruf Amin. (njs/dbs)


Back to Top