Museum Aceh Gelar Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan

gomuslim.co.id- Setelah sukses digelar tahun 2016 lalu, untuk keduanya kalinya, Museum Aceh kembali menggelar lomba cerdas cermat kebudayaan untuk tingkat SMP/MTsN pada Sabtu, (22/04/2017) di Aula Museum Aceh.

 

Lomba yang akan diikuti sebanyak 16 sekolah tingkat menengah yang ada diseputaran Kota Banda Aceh dilaksanakan dalam rangka mendukung program tahunan Museum Aceh, Museum Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudahayan RI.

“Adanya lomba cerdas cermat kebudayaan ini untuk mensosialisasikan museum kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk belajar sejarah dan kebudayaan, kita harap mereka akan mampu mencintai, menghargai bahkan menjaga kebudayaan sebagai tinggalan sejarah yang berharga,” ujar staf Museum Aceh, Almuniza Kamal dalam publikasi resmi DisbudparAceh.

Terkait lomba, kata Almuniza, cerdas cermat kebudayaan ini akan mengemas materi tentang sejarah kebudayaan lokal, nasional dan dunia.

“Materi yang akan dipertandingkan dalam adu kecerdasan ini berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu berbanding 50:50 antara sejarah lokal dan nasional. Sedangkan tahun ini materinya berbanding 70:30, lebih banyak mengulas materi lokal,” ujarnya.

Pertandingan yang diikuti oleh sebanyak 16 SMP/MTSN se-Kota Banda Aceh ini akan memperebutkan tropi, uang saku juga sertifikat untuk juara satu, dua dan tiga serta juara harapan. Khusus bagi juara pertama nantinya akan mewakili Aceh untuk bertanding di ajang nasional.

Untuk diketahui, Museum Aceh didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, yang pemakaiannya diresmikan oleh Gubernur Sipil dan Militer Aceh Jenderal H.N.A. Swart pada tanggal 31 Juli 1915. Pada waktu itu bangunannya berupa sebuah bangunan Rumah Tradisional Aceh (Rumoh Aceh). Bangunan tersebut berasal dari Paviliun Aceh yang ditempatkan di arena Pameran Kolonial (De Koloniale Tentoonsteling) di Semarang pada tanggal 13 Agustus  sampai 15 November 1914.

Setelah Indonesia Merdeka, Museum yang berlokasi di Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah No.10, Peuniti, Baiturrahman, Kota Banda Aceh  menjadi milik Pemerintah Daerah Aceh yang pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Daerah Tk. II Banda Aceh. Pada tahun 1969 atas prakarsa T. Hamzah Bendahara, Museum Aceh dipindahkan dari tempatnya yang lama (Blang Padang) ke tempatnya yang sekarang ini, di Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah pada tanah seluas 10.800 m2. Setelah pemindahan ini pengelolaannya diserahkan kepada Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (BAPERIS) Pusat. (fau/disbudparaceh)

 

 

 

 


Back to Top