Komunitas Muslim Kota Davao Dukung Dewan Pengembangan Industri Halal di Filipina

gomuslim.co.id- Perkembangan industri halal di segala penjuru dunia, menjadikan pemerintah setempat terus berpikir inovatif. Salah satunya yang dilakukan oleh Komunitas Muslim Kota Davao, pulau Mindanao, Filipina.

Komunitas ini memuji pembentukan Dewan Pengembangan Industri Halal oleh pemerintah dengan diterbitkannya perintah eksekutif. Nantinya, keberadaan Dewan ini akan menjamin agar produk yang dipasarkan di kota Davao memiliki sertifikat halal baik di pasar domestik dan internasional. 

Presiden Universal Islamic Center Foundation (UICF), Marilou Ampuan mengungkapkan rasa terima kasihnya di salah satu forum  untuk dukungan yang ditunjukkan oleh Wali Kota Davao Sara Duterte-Carpio. Menurutnya, keberadaan Dewan ini akan mempromosikan dan mempertahankan industri halal di kota Davao.

"Kami, umat Islam mengucapkan terima kasih kepada wali kota kami yang telah menandatangani perintah eksekutif ini. Sehingga terbentuklah Dewan Pengembangan Industri Halal di kota Davao," tutur Ampuan seperti yang dilansir dari publikasi sunstar, Kamis (20/04/2017).

Selain itu, keberadaan Dewan ini juga akan memposisikan Kota Davao sebagai model bagi industri halal. Di bawah peraturan tersebut, berbagai badan pemerintah di seluruh rantai makanan halal diminta untuk menggabungkan usaha mereka dalam menghasilkan sistem terpadu untuk produksi, sertifikasi, dan pemasaran sehingga dapat berkontribusi  di Pasar Halal Global. 

Program ini merupakan kali ketiga kota Davao meloloskan sebuah peraturan terkait industri halal. Program pertama adalah larangan penyalahgunaan atau pemalsuan logo halal. Jika terbukti dilakukan, maka akan diberi hukuman sesuai peraturan yang berlaku. 

Kedua,  penciptaan jalur halal bagi supermarket, toko bahan makanan dan perusahaan lain yang menjual ikan mentah, makanan laut, daging, daging olahan, dan produk daging lainnya. 

"Tujuan dari peraturan ini adalah untuk memromosikan, melindungi dan menghormati kepercayaan agama, adat istiadat dan tradisi komunitas Muslim di Kota Davao dalam konsep suci mereka tentang halal dan untuk memastikan kemurnian dan kebersihan spiritual atas makanan yang dikonsumsi, " paparnya.

Seperti yang diketahui, Mindanao adalah pulau terbesar kedua di Filipina dan salah satu dari tiga kelompok pulau utama bersama dengan Luzon dan Visayas. Mindanao, terletak di bagian selatan Filipina, adalah kawasan hunian bersejarah bagi mayoritas kaum Muslim atau suku moro yang sebagian besar adalah dari etnis Marano dan Tasaug.

Moro adalah sebutan penjajah spanyol kepada kaum Muslim setempat. Pada masa dahulu mayoritas penduduk Midanau dan pulau sekitarnya adalah Muslim. Peperangan untuk meraih kemerdekaan telah ditempuh oleh berbagai kaum Muslim selama lima abad melawan para penguasa. Pasukan Spanyol, Amerika, Jepang dan Filipina belum berhasil meredam tekad mereka yang ingin memisahkan diri dari Filipina yang mayoritas penduduknya beragama non Muslim. (nat/sunstar/dbs)

 


Back to Top