Begini Keseruan LDK ISHLAH Ngobrol Perkara Islam ‘Muda Beriman Jadi Idaman’

gomuslim.co.id- Lembaga Dakwah Kampus (LDK ISHLAH) Universitas Persada Indonesia YAI, Salemba menggelar kajian melalui tagline Ngobrol Perkara Islam (NGOPI) dengan mengangkat tema ‘Muda Beriman, Jadi Idaman’ yang diselenggarakan di Masjid As-Syukur, Gedung Fakultas Psikologi, Kampus A Jakarta, Jumat (21/04/2017).

Pada kajian kali ini materi pembahasan dibawakan langsung oleh ustadz Muhammad Fiqri Muqoddas, kemudian hadir pula Askar Kauny dan Komunitas Hafidz On The Street (HOTS) sebagai salah satu pengisi dari rangkaian acara.

Saat ditemui gomuslim, Ketua pelaksana acara, Alwan Kamarul Rahman yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik YAI, mengatakan bahwa latar belakang  dipilih tema ini berawal dari keprihatinan banyaknya generasi muda  yang mulai menjauh dari akidah Islam.

“Oleh karena itu melalui kegatan ini diharapkan dapat mengajak  para pemuda, khususnya mahasiswa kampus YAI kembali ke ajaran Islam dan berpegang teguh pada prinsip-prinsipnya,” ujar Alwan.

Acara dibuka dengan sambutan ketua pelaksana yang kemudian dilanjutkan dengan tilawah ayat suci Alquran, dan pemutaran video dari LDK ISHLAH, yang berkaitan dengan tema kajian yang akan disampaikan oleh pembicara.

Dalam kajiannya, ustadz Fiqri membahas mengenai tagline yang diusung kajian yakni ‘NGOPI’  walaupun bukan dalam arti yang sebenarnya, namun kebiasaan minum kopi sudah sejak lama menjadi kebiasaan para ulama. Dilihat dari manfaatnya minum kopi sudah terbukti berfaedah dari segi kesehatan, membuat otak menjadi lebih fresh dan cerdas.

“Orang yang pertama kali membuat kopi adalah Abul Hasan Asy-Syadzili, seperti kebiasaan orang-orang terdahulu ketika hendak meminum kopi, selalu mengirimkan surah Al-Fatihah kepada Abul Hasan Asy-Syadzili, agar kopi yang diminum dapat bermanfaat bagi tubuh,” ungkapnya.

Terlepas dari tagline kajian, dalam tema yang mengusung ‘Muda Beriman, Jadi Idaman’ digambarkan bahwa keadaan pemuda saat ini menjadi cerminan pemimpin di masa yang akan datang. Ia menilai jika suatu negara yang memiliki generasi muda yang berakhlakul karimah dan berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan sunnah maka akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah di masa depan.

Namun sebaliknya, jika generasinya rusak maka dapat dipastikan pemimpin di masa depan akan jauh dari amanah. Karena keimanan dan perilaku pemuda adalah tolak ukur kemajuan dari suatu bangsa.

“Pemuda jika digabungkan dengan kekuatan iman, maka akan sangat luar biasa,” tandas Ustadz Fiqri.

Ada 7 golongan yang diberikan pertolongan oleh Allah SWT di hari akhir, salah satunya adalah anak muda yang rajin beribadah kepada Allah. “Melalui isyarat ini diharapkan para generrasi muda kian berlomba-lomba untuk giat beribadah kepada Allah,” pungkasnya.

Kemudian ustadz Fiqri menceritakan sebuah kisah seorang pemuda yang diuji kesabarannya dalam beriman kepada Allah. Kisah tersebut menceritakan tentang pemuda bernama Hambal yang memiliki kesabaran dan keimanan yang luar biasa. Berbagai ujian ia lalui dengan keikhlasan hati sehingga pada akhirnya ia mendapatkan jodoh seorang wanita cantik nan soleha yang baik pula.

“Karena sesungguhnya yang menjadi jaminan bahagia adalah keimanan seseorang, maka dari itu jadilah pemuda yang memiliki keimanan, agar kelak menjadi idaman pendamping hidup kelak, laki-laki baik untuk wanita yang baik pula,” pungkas ustadz Fiqri.

Usai kajian, peserta dipersilahkan untuk melontarkan berbagai pertanyaan. Antusias mahasiswa akhwat dan ikhwan dalam bertanya perkara Islam mendapat respon positif, dengan adanya sesi tanya jawab dapat memperkaya wawasan ilmu agama lebih dalam.

Setelah sesi tanya jawab interaktif, acara dilanjutkan dengan penampilan dan workshop dari HOTS. Pada kesempatan kali perwakilan HOTS Lukman Hakim memperkenalkan metode cara menghafal Alquran semudah tersenyum, yang kemudian dipraktikan langsung oleh para santri yang berasal dari Mahad asal Bojong.

Antusias yang melibatkan peserta dalam mempraktikan gerakan dan hafalan menjadi penyemarak penutupan acara kajian. Peserta diminta untuk mempraktikan secara langsung menghafal hadits dengan gerakan yang disampaikan oleh para santri HOTS.

Alwi berharap agar kedepannya kajian dapat menjadi aktivitas yang berkesinambungan agar mampu mengajak pemuda kembali ke ajaran Islam dan merekatkan tali silaturahmi antar umat Muslim terutama pemuda di lingkungan kampus. (nat)

 

 

 


Back to Top