Persiapan Akomodasi Jemaah Haji Indonesia Capai 98 Persen, Ini Penjelasan Menag

gomuslim.co.id-  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa penyiapan sewa akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah sudah hampir selesai. Tidak kurang sudah ada 205.394 kapasitas yang sudah berhasil disewa.

Hal ini disampaikan Menag dalam rapat koordinasi dengan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Menkes Nilla F Moloek di Madinah, Kamis (20/04). Rapat yang dipimpin Dubes RI Agus Maftuh Abegebril ini diikuti oleh KJRI Jeddah, Staf Teknis Haji, dan Tim Penyedia Layanan Jemaah di Madinah.

"Penyewaan rumah di Makkah, alhamdulillah sampai saat ini 98.95% yang sudah berhasil kita sewa. Jadi tinggal sedikit saja untuk memenuhi kelengkapan bagi jemaah haji kita," kata Menag.

Adapun untuk sewa akomodasi di Madinah, Menag menjelaskan bahwa sudah 36,72% atau 75.429 kapasitas yang sudah dalam tahap negosiasi. Menag mengaku persaingan sewa akomodasi di Madinah relatif lebih ketat.

Menurutnya, hal tersebut setidaknya disebabkan oleh tiga hal. Pertama, kembali normalnya kuota jemaah haji seluruh Negara menyebabkan kebutuhan sewa rumah menjadi sangat tinggi.

Kedua, pembangunan hotel-hotel baru di Madinah tidak banyak, berbeda dengan di Makkah. Ketiga, negara pengirim jemaah haji umumnya mencari hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi atau daerah Markaziyah.

Menag menegaskan bahwa tim penyedia layanan jemaah di Madinah terus berupaya untuk mendapatkan hotel yang akan disewa untuk jemaah haji Indonesia. "Kita terus hunting hotel jemaah," tuturnya

Perubahan Kualitas Tenda Arafah

Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah haji Indonesia. Salah satunya adalah peningkatan kualitas tenda di Arafah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan tenda di Arafah pada musim haji tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tenda di Arafah selama ini menggunakan bahan sejenis terpal yang ditopang dengan bambu atau besi yang sudah karatan.

Pada tahun 2015, bahkan beberapa tenda jemaah haji Indonesia di Arafah roboh terkena angin kencang. "Tahun ini ada perubahan kualitas tenda. Bahannya anti api dan tahan air. Rangkanya dari baja," terang Menag dalam rapat rapat koordinasi dengan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Menkes Nilla F Moloek di Madinah, Kamis (20/04).

Rapat yang dipimpin Dubes RI Agus Maftuh Abegebril ini diikuti oleh KJRI Jeddah, Staf Teknis Haji, dan Tim Penyedia Layanan Jemaah di Madinah. "Sekarang rangkanya sudah baja dan lebih tinggi sehingga lebih nyaman," tambahnya.

Selain itu, Menag Lukman bersama Menko PMK Puan Maharani dan Menkes Nilla F Moeloek berada di Saudi untuk meninjau langsung persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Makkah dan Madinah.

Usai rapat koordinasi, Menko PMK didampingi Menkes meninjau fasilitas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Dalam kesempatan itu, Menkes menjelaskan, masalah utama KKHI terkait penyewaan tempat. Menkes beharap KKHI punya tempat permanen di masa mendatang.

Menko PMK lalu mengecek langsung fasilitas ruang perawatan, stok obat-obatan, termasuk ruang gawat darurat. KKHI Madinah dilengkapi dengan 75 tempat tidur rawat, 20 tempat tidur UGD, dan 80 petugas kesehatan haji. Sifat pelayanan adalah pelayanan dasar dan emergensi.

Pada lantai 1 dimanfaatkan untuk ruang rawat Psikiatri, ruang rawat laki-laki dan perempuan dan ruang penunjang seperti radiologi, laboratorium, gizi, poli gigi dan ruang linen. Sementara lantai 2 dipergunakan untuk depo obat dan alat kesehatan, serta ruang kerja petugas sanitasi surveilans dan siskohatkes. Guna memberikan pelayanan maksimal, KKHI Madinah juga dilengkapi delapan ambulans.  (fau/kemenag)

 


Back to Top