Gandeng MTF, Bank Syariah Mandiri Genjot Pembiayaan Kendaraan Skema Syariah

gomuslim.co.id- Perbankan syariah terus memperluas sektor pembiayaan skema syariah di berbagai bidang. Terbaru, PT Bank Syariah Mandiri menggandeng Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk menggenjot sektor pemasaran produk pembiayaan kendaraan bermotor. Dengan kerja sama ini, pembiayaan kendaraan secara syariah BSM akan setara dengan perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor lainnya.

Menurut Senior Executive Vice President (SEVP) BSM Niken Andonowarih, M OTO sudah ada sejak tahun 2000 dengan nama pembiayaan pemilikan kendaraan bermotor. Merespons kebutuhan pasar dan industri, BSM memperbaiki bisnis proses dan merevitalisasi produk BSM OTO di antaranya melalui sinergi layanan dengan MTF.

“BSM OTO ini re-launch produk yang sudah ada sebelumnya. Kami perbaiki bisnis proses, sistem, margin dan lainnya termasuk kolaborasi dengan MTF, tidak menutup kemungkinan nantinya dengan anak perusahaan Bank Mandiri lain,” kata Niken. 

Niken mengatakan, untuk tahap pertama BSM OTO hanya dapat dilakukan di wilayah regional 3 yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Rencananya, hingga akhir tahun 2017 nantinya seluruh area akan efektif memasarkan produk BSM OTO. “Sinergi ini sudah dirancang sejak 2016 dan awal 2017 diimplementasikan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur Mandiri Tunas Finance William Francis menuturkan sinergi dengan BSM akan menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai kebutuhan pembiayaan otomotif dengan prinsip syariah.

“Jadi, bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan dengan akad syariah, sekarang tidak perlu khawatir lagi. Kami juga tetap menjamin marjin yang kompetitif dan kecepatan SLA dalam layanan kami," kata William.

Untuk diketahui, BSM OTO merupakan produk pembiayaan konsumer kepada nasabah untuk memiliki kendaraan bermotor. Saat ini BSM OTO menggunakan akad Murabahah, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah, ke depannya akan dijajaki menggunakan akad Ijarah Muntahiya bit Tamlik (IMBT) dan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ).

Produk BSM Oto ini akan membidik pembiayaan untuk mobil baru jenis passenger dengan tenor mulai  satu tahun hingga lima tahun. Adapun uang muka atau Down Payment (DP) minimum 25 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

BSM berharap produk ini berpengaruh pada kinerja pertumbuhan pembiayaan khususnya di segmen konsumer. “Dengan mengoptimalkan customer base saat ini dan pricing yang cukup kompetitif, sekaligus memanfaatkan kemudahan jaringan dealer yang selama ini telah menjadi rekanan MTF, kami yakin akan menjadi pemain yang diperhitungkan pasar,” kata William.

Niken berharap dengan pengalaman dan kompetensi MTF dan layanan pembiayaan syariah yang BSM sediakan dapat menjadi solusi bagi masyarakat. “Dengan sinergi ini, kami akan lebih lincah mengakomodir kebutuhan masyarakat akan pemilikan otomotif,” imbuh Niken.

Sekadar informasi, BSM merupakan bank syariah terbesar dengan asset per Maret 2017 mencapai Rp 80,01 triliun. Saat ini BSM memiliki 765 kantor cabang di seluruh Indonesia. Didukung oleh jaringan ATM BSM, Mandiri Group dan ketersediaan infrastruktur IT yang memadai, BSM merupakan bank syariah yang memiliki jaringan terluas di Indonesia.

Adapun, MTF merupakan salah satu perusahaan multifinance terbesar di industri. MTF mempunyai kecepatan SLA dan bisnis proses yang sudah teruji, melalui kerjasama dengan lebih dari 3000 dealer rekanan, MTF menjadi mitra strategis bagi BSM. (njs/kontan/dbs)

 


Back to Top