Lewat Kongres Ekonomi Umat, MUI Siap Sinergikan Gerakan Ekonomi Islam di Indonesia

gomuslim.co.id- Pasca Kongres Ekonomi Umat (KEU) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengawal gerakan ekonomi umat menuju arus baru ekonomi Indonesia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin menyampaikan saat ini peran MUI dalam membangun arus baru ekonomi Indonesia tidak banyak. Di antara perannya, Pertama, MUI akan memberikan dorongan dan menggerakkan ekonomi umat. Sebagai contohnya mendorong dan menggerakkan ekonomi di pesantren, koperasi dan lain sebagainya.

"Mensinergikan mereka, mensinkronisasi dan mengakselerasi mereka, karena itu MUI dari pusat sampai ke daerah terus melakukan gerakan ekonomi dan mengawal," kata Ma'ruf, Senin (24/04/2017).

Kemudian yang Kedua, MUI akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk melahirkan kebijakan baru yang menopang berjalannya arus baru ekonomi Indonesia. “Jadi, MUI akan melakukan kerjasama dengan pemerintah membahas kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah,” terangnya.

MUI akan meminta kepada pemerintah mengeluarkan kebijakan yang pro pelaku usaha kecil dan menengah, sedangkan yang Ketiga, MUI mengajak pengusaha besar bermitra dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dalam hal ini mewujudkan mitra sejajar usaha besar dengan koperasi dan UMKM dalam sistem produksi serta pasar terintegrasi. 

KH. Ma’ruf Amin menilai jika perekonomian umat tumbuh, Pemerintah harus membuat kebijakan yang berpihak dan konglomerat ikut bergabung mendukung gerakan ekonomi umat, maka akan terjadi pemerataan ekonomi. Pemerataan ekonomi untuk mengatasi kesenjangan ekonomi yang masih menjadi permasalahan. 

Kemudian, MUI juga akan melibatkan pengusaha besar untuk membantu mewujudkan arus baru ekonomi Indonesia. "Pengusaha besar ini kita libatkan membahas terus kelanjutan pelaksanaan arus baru ekonomi Indonesia," ujarnya.

MUI juga membentuk Komite Nasional Ekonomi Umat. Komite tersebut akan terus melakukan pengawalan pada kebijakan pemerintah, kemitraan dan gerakan-gerakan ekonomi Islam lainnya. Karena kongres menghasilkan poin-poin deklarasi dan rekomendasi, Komite Nasional Ekonomi Umat juga akan mengawal praktiknya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI M. Azrul Tanjung menekankan perlunya pemerintah menciptakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkeadilan dengan penekanan pada pemerataan ekonomi.

"Untuk terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, diperlukan konsep RUU Sistem Perkonomian Nasional dalam kerangka membangun ekonomi umat," pungkas Azrul.

Selain itu, ada beberapa hal yang dideklarasikan dalam KEU pertama itu yakni Pertama, menegaskan sistem perekonomian nasional yang adil, merata, dan mandiri dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.

Kedua, mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumberdaya alam secara arif dan keberlanjutan. Ketiga, memperkuat sumberdaya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis keunggulan IPTEK, inovasi, dan kewirausahaan. (nat/dbs)


Back to Top