Jadi Daya Tarik Wisatawan, Jeddah Hadirkan Bus Tingkat di Tengah Kota

gomuslim.co.id- Sejak diresmikan beberapa waktu lalu, bus pariwisata bertingkat dua mulai meramaikan jalan-jalan di Jeddah, Arab Saudi sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan baik dari dalam maupun luar Saudi.  Durasi wisata dengan bus tersebut yakni selama dua jam, dan wisatawan dapat mengunjungi tempat-tempat wisata favorit di Jeddah dengan menaiki bus tersebut.

Setiap pengunjung cukup membayar 60 Riyal Saudi untuk dewasa dan 35 Riyal Saudi untuk anak-anak, dan mereka pun nisa menikmati perjalanan wisata berkeliling Jeddah. 

Acara peluncuran resmi bus tingkat wisata itu dilakukan di Jeddah Corniche dan dihadiri oleh Direktur Eksekutif Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi (SCTNH) Cabang Provinsi Makkah Mohammad Abdullah Al-Amri dan Wakil Direktur Eksekutif Al-Hokair Group Bader Al-Hokair. 

Bus akan melewati 30 titik pemberhentian di dua rute, yakni rute hijau dan merah. Bus akan dilengkapi beberapa fasilitas, diantaranya layanan pemandu wisata audio dalam bahasa Arab, Inggris, Urdu, Spanyol, Jerman dan Cina.

“Layanan bus tersebut akan memberi wisatawan perspektif kota yang berbeda dan akan membuat Jeddah lebih menarik sebagai tujuan wisata bagi pengunjung," ujar Al-Amri seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette

Sementara itu menurut Al-Hokair, pengenalan wisata sehari-hari ke Jeddah merupakan langkah besar menuju peningkatan industri kota pariwisata. 

Sekadar informasi, Jeddah adalah kota pelabuhan utama di Arab Saudi baik pelabuhan laut maupun pelabuhan udara. Terletak di tepi Laut Merah dan sebagaimana kota-kota lainnya di Arab Saudi, Jeddah memiliki Iklim Gurun.

Sebelumnya, kota Jeddah hanyalah sebagai desa nelayan pada 2500 tahun yang lalu. Didirikan pada tahun 647 M oleh Khalifah Utsman bin Affan yang akhirnya digunakan sebagai pelabuhan untuk kepentingan jamaah haji terutama pada masa-masa perjalanan jamaah haji dilakukan melaui laut, bukan melalui udara seperti sekarang ini.

Sebagai kota dagang, Jeddah memiliki fasilitas kota yang cukup memadai. Pelabuhan lautnya merupakan pelabuhan utama yang merupakan sentral perdagangan menuju berbagai negara khususnya negara-negara di pesisir timur Afrika, serta Yaman. Pelabuhannya merupakan pelabuhan bebas.

Di Jeddah terdapat Bandar udara yang cukup terkenal yakni Bandara King Abdul Aziz yang memiliki tingkat kesibukan tinggi terutama pada musim haji. Selain digunakan untuk melayani penerbangan haji, bandara Jeddah digunakan untuk kepentingan komersial biasa selain Dammam dan Riyadh.

Namun, belum jelas asal usul jeddah, berdasarkan sumber yang umum dibawa oleh jamaah haji, kata Jeddah berasal dari kata dalam bahasa Arab Jaddah yang berarti nenek sebab disana ada makam yang diyakini sebagai makam Hawa istri Nabi Adam yang merupakan nenek moyang manusia. Sumber lain mengatakan bahwa Jeddah berasal dari kata Jiddah dalam bahasa Arab yang berarti lepas pantai. (nat/saudigazette/dbs)

 

 


Back to Top