Balerina Berhijab Asal Australia Ini Kampanyekan 'Wardah Inspiring Movement' di Jakarta

gomuslim.co.id-Balerina berhijab pertama di dunia Stephanie Kurlow kini sedang bertandang ke Indonesia. Gadis 15 tahun asal Australia ini berada di Indonesia untuk mengampanyekan 'Wardah Inspiring Movement'. Gerakan ini digagas oleh brand kosmetik lokal Wardah, kampanye tersebut bertujuan untuk memotivasi para wanita muda untuk menggapai impiannya. 

Dia juga akan berbagi inspirasi dan pengalamannya di berbagai seminar atau talkshow yang akan digelar di Jakarta dan Bandung pekan ini. Sebelumnya, Stephanie yang mengaku baru pertama kali ke Indonesia, mampir ke Bali terlebih dulu untuk photoshoot dan syuting. 

Kepada para wanita muda Indonesia, Stephanie ingin menyampaikan agar jangan pernah patah semangat untuk menjadi yang mereka inginkan. "Konsentrasi pada bakat yang Anda miliki, lebih baik ketimbang membandingkan diri dengan orang lain. Itu yang paling penting bagi wanita muda," ujar Stephanie di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Selasa (25/04/2017). 

Itulah prinsip yang ia pegang teguh dalam menekuni profesinya sebagai balerina. Muslimah yang bercita-cita sebagai balerina sejak kecil ini juga sempat memupuskan impiannya lantaran komentar negatif menyusul keputusannya untuk berhijab. 

Keluarga Stephanie mualaf pada 2010 silam. Kemudian ia berhijab di usia 11 tahun. Aktif di media sosial, Stephanie pun kerap menjadi korban bully. Karena itulah, gadis yang belajar balet sejak usia 2 tahun itu memutuskan untuk vakum dari dunia yang dicintainya. 

Selang tiga tahun, ia akhirnya tersadar bahwa hijab semestinya bukanlah penghalang. Motivasi juga datang dari sang idola, Zahra Lari.

"Dia adalah ice-skater berhijab pertama di dunia. Zahra menjadi bukti bahwa dengan berhijab, wanita bisa tetap berhasil," ujar Stephanie. Ia juga mengidolakan Li Cunxin, penari balet asal Australia kelahiran China. 

Karena lama tak menari, tubuhnya kehilangan fleksibilitas sehingga harus dilatih lagi. Banyak teknik yang ia perlu ingat kembali. Tidak heran jika ia berlatih keras 25 jam dalam sepekan. "Untuk pakaian, aku sekarang tampil tertutup tapi itu tidak membatasi gerakanku," ujarnya. 

Eksistensinya sebagai balerina profesional dan berhijab pertama di dunia, mulai dikenal setelah ia menggalang dana untuk masyarakat Muslim dengan cara yang inspiratif. Stephanie berharap bisa mengumpulkan uang 10.000 AUD atau sekitar 100 jutaan untuk membuktikan bahwa agama tidak menjadi penghalang meraih kesuksesan di bidang seni pertunjukan.

Kemudian dana yang terkumpul menembus angka 75.000 AUD atau sekitar 750 juta yang juga ia gunakan membiayai pendidikan baletnya.

Impian terbesar Stephanie adalah mendirikan sekolah seni yang terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang suku, ras, dan agama. "Termasuk juga kaum disabilitas, nanti programnya bisa disesuaikan," ujar gadis yang juga bercita-cita menjadi aktris dan model. (nat/dbs)

 

Baca juga:

Gadis 14 Tahun Ini Jadi Balerina Berhijab Pertama di Dunia


Back to Top