Menag Serukan Kesatuan Bangsa di Pembukaan PIONIR VIII Aceh

gomuslim.co.id- Pekan Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) VIII Tingkat Nasional resmi dibuka oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Kegiatan ini berlangsung di UIN Ar Raniry, Aceh, Rabu (26/04/2017).

Pembukaan ditandai dengan tabuh rebana oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin, Rektor UIN Ar Raniry Farid Wajdi, dan Sekda Provinsi Aceh Darmawan yang mewakili Gubernur.

Hadir pula wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar; Pangdam, Kapolda Aceh, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Nizar Ali; Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Mastuki; serta 55 Pimpinan PTKIN se Indonesia.

Sebelumnya, Menag bersama Sekda dan Rektor UIN Ar Raniry Aceh dikawal berkeliling dengan mengendarai gajah dari Gedung Rektorat menuju arena pembukaan PIONIR VIII. Pertunjukan tarian selamat datang mengiringi sekaligus menyambut kehadiran Menag bersama rombongan.

Menag mengapresiasi dan menyampaikan rasa bangga dapat hadir pada ajang PIONIR VIII. Di hadapan ribuan mahasiswa, kaum muda intelektual, para seniman dan olahragawan, serta peserta dari Sabang sampai Merauke tersebut, Menag mengingatkan tentang tantangan bangsa Indonesia yang semakin kompleks.

Menurutnya, jumlah penduduk yang besar dan beragam, gugusan pulau yang luas dari Sabang sampai Merauke, serta kekayaan alam yang melimpah ruah menjadi peluang mengantarkan Indonesia sebagai negara besar dan maju. Namun demikian, semua itu juga merupakan tantangan.

"Munculnya kelompok intoleran, merebaknya radikalisme serta kelompok yang ingin mengganti idiologi Pancasila dengan paham lain, menguji kita semua, agar tali NKRI harus lebih dikuatkan," ujar Menag.

Dikatakan pula, kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga dan memegang semangat kebersamaan, menghormati kebhinekaan dan menjadikan agama dan budaya sebagai perekat persatuan harus dikukuhkan.


"Bangsa yang kuat terletak pada akhlak yang kuat. Namun jika akhlaknya rusak, maka bangsa itu akan hancur,'' katanya. ''Innamal umamu akhlaku maa baqiyat, wain humu dzahabat akhlakuhum dzahabu," tutur Menag mengutip syair Ibnu Maskaweh.

PIONIR VIII Aceh akan berlangsung pada tanggal 25 April sampai 1 Mei 2017. Ada empat kategori yang dipertandingkan dan dilombakan, yaitu; Bidang Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset.

Bidang ilmiah terdiri dari empat perlombaan, yakni; Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Musabaqoh Makalah Qur'ani (MMQ), dan Musabagoh Qiratul Kutub (MQK). Untuk olahraga, ada sepuluh cabor yang dilombakan, yaitu; futsal, volly ball, tenis meja, bulu tangkis, catur, panjat dinding, sepak takraw, pencak silat, basket, dan karate.

Ada delapan cabang bidang seni, yakni; Musabaqah Al-Quran, Musabaqah Hifdzil Quran, Kaligrafi, Pop Solo Islami, Design, peragaan Busana Muslim, Puitisasi Al Quran, Marawis, dan Musabaqoh Syahril Quran.

Sedangkan, bidang riset melombakan dua cabang, yakni; Karya Tulis dan Karya Inovatif mahasiswa. Pionir VIII akan memperebutkan 162 medali yang terdiri dari 54 medali emas, 54 medali perak, dan 54 medali perunggu. Untuk juara umum akan mendapatkan trofi bergilir dari Kementerian Agama yang pada Pionir tahun 2015 diraih IAIN Banten. Kemenag juga telah menyiapkan bantuan pembinaan mahasiswa prestasi bagi pemenang I, II, dan III. (nat/kemenag/dbs)


Back to Top