Tawarkan Paket Wisata Ramadhan, ASITA Buka Tujuan Destinasi ke Pulau Seribu Masjid

gomuslim.co.id- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, biro perjalanan berinovasi dengan membuka destinasi khusus suasana bulan puasa. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi melalui Association of The Indonesia Tours and Travel Agency (ASITA) atau Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengajak wisatawan untuk menikmati suasana bulan suci Ramadhan di Pulau Lombok.

Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka menilai Lombok yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid memiliki potensi dalam menggaet wisatawan untuk merasakan suasana berpuasa di sini. Asita NTB juga akan mencoba menawarkan paket khusus Ramadhan kepada wisatawan. 

"Tentu kita harus punya trik khusus dengan jual promo paket wisata seperti paket khusus Ramadhan," ujar Dewantoro, Rabu (26/04/2017).

Sementara itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengurus Kompleks Islamic Center NTB yang kini mulai menjadi salah satu tempat yang wajib disinggahi wisatawan kala bertandang ke Lombok. 

ASITA NTB memberi masukan kepada pengurus Islamic Center NTB untuk menyediakan pemandu wisata guna menjelaskan keberadaan masjid dengan arsitektur yang menawan dan juga sejarah tentang Islam di Lombok. "Harapannya ada juga yang jual pernak-pernak khas Islamic Center NTB sehingga benar-benar menjadi paket religi bagi wisatawan," tandasnya.  

Sekretaris Jenderal ASITA NTB Agustine Sasongko berpendapat, selama ini paket wisata religi belum dibuat terpisah dan masih menjadi satu dengan paket city tour. Namun, dengan potensi yang ada, Agustine menilai paket wisata religi bisa lebih dimaksimalkan.

"Selain Islamic Center NTB, ada juga mushola dengan arsitektur seperti Kelenteng di Lombok Barat. Paket wisata Ramadhan bisa kita masukan dengan menyediakan buka puasa dan shalat tarawih bersama bagi wisatawan," ucap Agustine.

Modal NTB sudah sangat banyak dari sumber daya alam yang indah, kuliner yang beragam juga budayanya. Islamic Center yang menjadi trade mark di kota Mataram, kuliner khas juga beragam dan orang Malaysia suka kuliner. Wisatawan yang berumur 50 tahun ke atas biasanya menjadikan city tour sebagai tujuan mereka, kerajinan mutiara, gerabah, kain tenun, ragam budaya dan lainnya.

Kemudian hotel dan resort mewah dengan pelayanan standar halal juga sudah banyak tersedia. Fasilitas ini sangat disukai tamu-tamu Malaysia dan Asia yang berumur kisaran 40 tahun. Mereka gemar kemewahan dengan kualitas pelayanan tinggi, sambil belanja juga berjalan-jalan mengunjungi tempat wisata budaya yang ada ditempat yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. (nat/asita/dbs)


Back to Top