Cukup Sisihkan Lima Ribu per Hari, Kini Masyarakat Bisa Ikut Program Cicil Emas di Bank Syariah Mandiri Wilayah VII

gomuslim.co.id- Produk gadai dan cicil emas menjadi salah satu produk bank syariah yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia bagian timur. Produk andalan utama di segmen ritel Bank Syariah Mandiri (BSM) ini telah menjadi primadona nasabah untuk melakukan investasi.

Kepala Kantor Wilayah VII BSM Timur Indonesia Anton Sukarna mengatakan pada 2016, pemakaian dana kredit oleh debitur atau Outstanding Loan (OSL) untuk produk ini mencapai Rp 289 miliar. “Khusus program cicil emas investasinya mulai dari 10 gram dengan cicilan sekitar Rp 5.000 per hari,” ujarnya di Hotel Novotel Makassar, Rabu (26/4/2017).

Ia juga mengungkapkan bahwa BSM Regional VII Timur Indonesia fokus pada sosialisasi dan penjualan lima produk utama di segmen ritel. Tabungan mabrur junior dan tabungan BSM, gadai dan cicil emas, pembiayaan mikro, pembiayaan griya, dan pembiayaan pensiunan. "Upaya tersebut dilakukan untuk lebih menajamkan image produk BSM ke tengah masyarakat," katanya.

Terkait hal sama, Regional Retail Manager BSM RO VII Ilyas Ibrahim menuturkan dengan nominal cicilan yang mudah, maka masyarakat dapat menyisihkan penghasilannya dan tetap concern terhadap investasinya.

Ia menjelaskan bahwa syarat untuk ikut Program Gadai dan Cicil Emas BSM cukup mudah yakni hanya menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Apabila nilanya lebih dari Rp 50 juta maka harus menyertakan kartu NPWP. "Jangka waktu cicilan emas yakni antara 2-5 tahun dan setelah lunas, maka emas dapat dimiliki oleh nasabah," kata Ilyas.

Menurutnya, program Gadai dan Cicil Emas BSM masih diminati karena apabila masyarakat membutuhkan dana cepat tidak terlalu sulit dan bisa memanfaatkan emas yang dimilikinya. Dari sisi pasarnya di Indonesia ada 79 persen yang punya emas, tapi dari jumlah tersebut masih 30 persen yang memanfaatkan emasnya. Berarti ada sekitar 40 persenan yang belum dan ini merupakan salah satu pangsa pasar yang potensial.

“Insya Allah kami optimistis targetnya tercapai, karena kami melihat bahwa gadai dan cicil emas merupakan salah satu elemen untuk ikut berpartisipasi dalam program pemerintah,” ujar Ilyas.

Sebelumnya, di tempat berbeda, BSM Solo mencatat pertumbuhan hingga 138 persen dari produk investasi emas sejak diluncurkan pada Juli 2016 lalu. Menurut Area Retail Banking Manager Bank Syariah Mandiri (BSM) Solo Y. Prasetyo, produk investasi emas di BSM ini masih berusia muda.

“Saat awal diluncurkan, BSM Solo menargetkan adanya transaksi sebesar Rp 20 miliar dalam rentang waktu 12 bulan. Namun hingga bulan Maret 2017, dan belum genap 12 bulan, transaksi mengalami kenaikan dari target awal hingga 138 persen,” paparnya.

Prasetyo menambahkan dengan realisasi tersebut, produk Investasi emas terbukti telah berhasil mengambil hati masyarakat Solo. “Maka dari itu ke depan harapannya program investasi emas BSM ini dapat menyasar lapisan masyarakat, untuk membantu perencanaan keuangan juga. Selain itu investasi emas juga lebih menguntungkan, trade emas selalu naik setiap tahunnya, risiko kecil, mudah diuangkan atau liquid,” katanya. (njs/dbs)

 


Back to Top