Jelang SBMPTN, Calon Mahasiswa Penghafal Alquran Bisa Masuk IPB dan Undip Lewat Jalur Ini

gomuslim.co.id- Kemampuan menghafal 30 Juz Alquran (Hafidz) merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Bahkan, kelebihan ini kini menjadi salah satu pertimbangan beberapa perguruan tinggi saat menerima mahasiswa baru. Seperti yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang baru-baru ini.

Institut Pertanian Bogor (IPB) membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018 untuk para penghafal Alquran (Hafidz) melalui program Prestasi Internasional dan Nasional (PIN). "Secara khusus IPB menerima Hafiz Alquran melalui jalur seleksi PIN," kata Wakil Rektor IPB bidang Akademik Prof Yonny Koesmaryono, di Bogor, Rabu, (26/04/2017).

Ia menjelaskan Hafidz yang ingin masuk IPB harus mengikuti prosedur penerimaan mahasiswa baru yang berlaku. Calon mahasiswa yang hafal 30 juz Alquran akan diapresiasi dengan nilai tambahan setara prestasi olimpiade tingkat internasional.

"Sedangkan untuk yang hafal minimal 15 juz sampai 29 juz akan diapresiasi setara prestasi olimpiade tingkat nasional," ujar Yonny.

Calon mahasiswa yang melamar masuk IPB melalui jalur khusus, termasuk PIN, harus menunjukkan bukti. Penghafal Alquran harus menyerahkan bukti kemampuannya dari lembaga terpercaya dan bersedia diverifikasi hafalannya. "Ini berlaku untuk semua program studi di IPB," kata Yonny.

IPB telah membuka jalur PIN sejak tahun 1974 dengan nama Jalur Finalis Lomba Karya Tulis, yang berubah menjadi PIN pada 2000. Jalur ini memberi kesempatan kepada lulusan SMA yang memiliki prestasi luar biasa dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk di dalamnya hafidz.

Yonny mengatakan lulusan SMA penghafal Alquran bisa memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lewat PIN IPB, yang akan dibuka setelah seleksi SBMPTN dilaksanakan.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa ada beberapa jalur seleksi untuk masuk IPB, mulai dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), serta seleksi mandiri yang meliputi seleksi bibit unggul daerah, PIN dan ujian talenta masuk IPB (UTMI).

IPB menampung 3.400 mahasiswa baru dan menetapkan kuota untuk masing-masing jalur seleksi. "Kuota terbesar untuk jalur SNMPTN yakni 50 sampai 60 persen, 30 persen untuk SBMPTN dan sisanya untuk seleksi mandiri," katanya.

Ia menyebutkan sampai dengan saat ini jumlah pendaftaran SNMPTN ke IPB mencapai 16.193 pelamar. Yang diterima dari jalur tersebut sekitar 50 sampai 60 persen dari daya tampung IPB. Untuk jalur SBMPTN, IPB menetapkan kuota sebesar 30 persen dari daya tampungnya.

Sementara itu, di Jawa Tengah, sejumlah perguruan tinggi negeri juga mengapresiasi para penghafal Alquran dalam penerimaan mahasiswa baru lewat jalur prestasi khusus. "Dalam jalur mandiri, kami punya program bagi mahasiswa yang memiliki prestasi khusus, seperti hafiz atau penghafal Alquran," kata Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman di Semarang, Rabu (26/04/2017).

Meskipun nilai akademisnya kurang, kata Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu, penghafal Alquran akan dipertimbangkan dalam prestasi yang diraihnya untuk masuk ke PTN tersebut.

Bahkan, kata dia, tidak harus hafidz yang menghafal 30 juz dalam Al Quran, tetapi jika ada calon mahasiswa yang bisa menghafal banyak juz juga tetap akan diakomodasi sebagai prestasi khusus. Setelah diterima, Fathur mengatakan berbagai kemudahan juga diberikan, di antaranya dalam pembayaran uang kuliah yang dikategorikan dalam uang kuliah tunggal (UKT) mulai Rp0-500 ribu per semester.

Demikian halnya dengan Undip. Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengakui ada prestasi khusus calon mahasiswa yang harus diakomodasi PTN, seperti dalam bidang keagamaan dan keolahragaan. "Kepandaian khusus ini kan tidak diakomodir dalam SBMPTN, makanya kami akomodir lewat jalur mandiri, seperti hafiz," kata Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu.

Tidak hanya Hafidz, kata mantan Dekan FH Undip tersebut, calon mahasiswa dari agama-agama yang lain juga akan diakomodasi oleh Undip jika memiliki prestasi atau keahlian khusus. "Dulu pernah ada calon mahasiswa yang dari agama lain, pintar sekali main piano. Bahkan, dia pernah juara nasional piano. Kami akomodasi dalam jalur prestasi khusus," katanya.

Bisa juga, kata Yos, calon mahasiswa yang pernah menjuarai ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, atau "event" yang lebih tinggi yang akan diakomodasi lewat prestasi khusus yang dimilikinya. (njs/dbs)


Back to Top