Bidik Asuransi Jiwa Rawat Inap, Ini Produk Terbaru Prudential Syariah Indonesia

gomuslim.co.id- PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kembali merilis produk barunya yaitu PRUprime Healthcare Syariah baru-baru ini. Sebuah produk asuransi jiwa rawat inap komprehensif yang berbasis syariah. Produk ini tersedia sebagai manfaat tambahan (rider) untuk produk PRUlink syariah assurance account.

Menurut Country CEO Prudential Indonesia, Rinaldi Mudahar, PRUprime Healthcare Syariah disediakan oleh jaringan luas lebih dari 98.000 tenaga pemasar berlisensi syariah Prudential Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah keunggulan inovatif dari produk asuransi yang mendasarkan pada prinsip dan nilai-nilai universal syariah ini.

“Salah satu keunggulan dari PRUprime healthcare syariah adalah fitur di mana Prudential Indonesia akan membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan, sehingga nasabah bisa lebih fokus terhadap pemulihannya,” ujar Rinaldi.

Lebih lanjut, Rinaldi menuturkan produk terbarunya itu akan memberikan penambahan sebesar 10% dari batas manfaat tahunan awal jika tidak ada klaim yang dilakukan selama satu tahun polis berjalan.

“Penambahan bisa diberikan hingga maksimal 50% dari batas manfaat tahunan awal, sehingga perlindungan dapat terus terjaga di tengah biaya pengobatan yang terus meningkat setiap tahunnya. Fitur ini merupakan yang pertama di industri asuransi jiwa syariah,” jelasnya.

Asuransi ini, tambah Rinaldi, memiliki fitur yang memungkinkan nasabah mendapat dana tambahan yang dapat digunakan apabila seluruh batas manfaat tahunan telah terpakai. “PRUprime Limit Booster, apabila digabungkan dengan manfaat tahunan maka fitur ini dapat memberikan dana tambahan hingga Rp 35 miliar, yang merupakan nilai perlindungan rawat inap tertinggi di Indonesia,” paparnya.

Lewat kartu PRUprime Healthcare Syariah, Prudential mencoba memperhatikan perlindungan bagi nasabah yang berada di luar negeri. Dengan memberikan fasilitas perawatan secara cashless di jaringan rumah sakit di Indonesia, Singapura dan Malaysia, tanpa harus mengeluarkan uang sendiri. “Terdapat  manfaat Santunan Dana Marhamah, atau santunan kasih sayang, yang diberikan jika peserta yang diasuransikan meninggal,” katanya.

Prudential, menurut Rinaldi, melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dan berkomitmen untuk mendukung pengembangan perekonomian syariah yang merupakan bagian dari rencana pemerintah.

“Prudential Indonesia percaya bahwa prinsip-prinsip syariah berlaku universal sehingga kami menggunakan tema ‘Syariah untuk semua’ dalam mengedukasi masyarakat. Kami optimis bahwa inovasi terbaru ini akan disambut baik oleh seluruh masyarakat Indonesia yang ingin memiliki perlindungan dengan nilai-nilai universal syariah, yaitu saling menolong, bergotong royong dan berbagai risiko,” ungkapnya.

Sekadar informasi, tahun ini PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memasuki tahun kesepuluh beroperasi di segmen asuransi jiwa syariah sejak tahun 2007. Kontribusi dana tabarru per akhir tahun 2016 tercatat sebesar Rp 2,2 triliun. Prudential juga telah menerbitkan lebih dari 510.000 polis syariah yang aktif, serta asset sebesar Rp 3,4 triliun.

Sebelumnya, Corporate Marketing, Communications and Sharia Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo mengungkapkan bahwa penetrasi asuransi syariah masih sangat kecil di Indonesia. Hal ini terkendala oleh edukasi mengenai jasa keuangan syariah.

“Berdasarkan survei konsumen, dari sekitar 30 juta masyarakat menengah ke atas di Indonesia, hanya sebanyak 13 persen yang memiliki polis asuransi jiwa. Dari survei itu baru sebanyak 13 persen yang punya polis asuransi syariah. Jadi opportunity nya masih besar," ujarnya.

Selain itu, berdasarkan survei tersebut, sebanyak 40 persen berminat memiliki polis asuransi syariah namun tidak terlalu mengerti pasarnya. Menurut Nini ini menunjukkan bahwa edukasi masyarakat soal produk asuransi syariah ini perlu terus digalakkan. (njs/pru/dbs)

 


Back to Top