Meriahkan Penas 2017, Museum Tsunami Aceh Gelar Pameran Foto Nelayan dan Pesona Serambi Mekkah

gomuslim.co.id- Satu lagi event di Serambi Mekkah yang akan berlangsung  bulan depan. Event ini diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Acara tersebut adalah inisiasi dari Museum Tsunami Aceh yang akan menggelar Pameran Temporer perdana bertema “Nelayan Aceh dan Tsunami 2004” yang berjudul “Kehidupan Nelayan Aceh Pasca Tsunami 2004” sekaligus Pameran Foto Pesona Aceh Serambi Mekkah pada 3 sampai 14 Mei 2017 mendatang.

Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal mengatakan kegiatan pameran ini sebagai bentuk untuk memeriahkan Pekan Nasional (Penas) Petani – Nelayan XV 2017.

 “Pameran ini kami maksudkan untuk memeriahkan acara Pekan Nasional Petani dan Nelayan Aceh XV yang diadakan oleh pemerintah. Kami sangat menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kami terhadap nelayan khususnya yang mengalami secara langsung tragedi gempa dan tsunami yang begitu dahsyat, serta menjadikan kegiatan ini sebagai media edukasi untuk lebih tanggap dan sigap menghadapi bencana yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang” jelas Kamal, seperti dalam publikasi resmi Disbudpar Aceh.

Adapun, acara pembukaan pameran temporer nelayan serta pameran foto Pesona Aceh juga akan bersamaan dengan kegiatan Museum Trip at Night yang dibuka pada Rabu (03/05/2017) malam pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB.

Selain itu, Kahumas Museum Tsunami Aceh, Nela Vitriani mengatakan acara ini merupakan kali kedua pihaknya mengadakan Museum Trip pada malam hari agar pengunjung dapat merasakan suasana dan sensasi yang berbeda mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Karena, biasanya mereka hanya dikunjungi pagi hingga sore hari dari pukul 09.00 sampai  16.15 WIB.

Nela juga menambahkan pada pameran temporer bertema nelayan ini akan ditampikan kurang lebih 32 koleksi yang berkenaan dengan nelayan Aceh.

“Ada sejumlah koleksi foto dan video saksi hidup nelayan Aceh yang selamat dari musibah gempa dan tsunami, sejarah mengenai Panglima Laot Aceh, dan sebagainya akan ditampilkan. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan masyarakat luas luas, serta tidak dipungut biaya,” sebutnya.

Untuk diketahui, Museum Tsunami Aceh dibangun atas prakarsa beberapa lembaga yaitu Badan Rekontruksi dan Aceh-Nias, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Daerah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan Ikatan Arsitek Indonesia. Dari arah luar dapat terlihat bangunan ini berbentuk seperti kapal, dengan sebuah mercusuar berdiri tegak di atasnya. Tampilan eksterior yang luar biasa yang mengekspresikan keberagaman budaya Aceh kental terlihat pada bangunan ini.

Museum yang terdiri dari dari 4 lantai ini terdiri dari lantai 1 terdapat beberapa ruangan yang berisi rekam jejak kejadian tsunami 2004. Di antaranya adalah ruang pameran tsunami, pra tsunami, saat tsunami dan ruang pasca tsunami. Selain itu, beberapa gambar peristiwa tsunami, artefak jejak tsunami, dan diorama juga ada di lantai ini. Salah satunya adalah diorama kapal nelayan yang diterjang gelombang tsunami dan diorama kapal PLTD Apung yang terdampar di Punge Blang Cut. (fau/disbudparaceh/dbs)

Baca juga:

Museum Tsunami, Bangunan Penyimpan Artefak Bencana Terdahsyat di Kota Serambi Mekkah


Back to Top