Kembangkan Bank Syariah, BUMN Pasang Target Tingkatkan Market Share

gomuslim.co.id- Industri perbankan syariah di Indonesia terus berkembang. Hal ini tidak terlepas dari besarnya dukungan beberapa pihak termasuk pemerintah. Salah satunya adalah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baru-baru ini, Kementerian BUMN bertekad mengembangkan perbankan syariah Tanah Air. Menurut Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain, Kementerian BUMN Gatot, Trihargo mengatakan pada 2017 ini pihaknya memasang target market share dari bank syariah agar mencapai 10 persen

Gatot mengatakan hingga saat ini market share perbankan syariah mencapai angka 3 sampai 5 persen. Beberapa upaya dilakukan oleh pihak Kementerian BUMN untuk bisa meningkatkan market share dari perbankan syariah ini. "Dua cara, ekuitasnya dinaikan ke buku tiga atau kita ke bank syariah internasional. Jadi bisa transfer knowledge sambil nambah ekuitas," ujar Gatot, Minggu (30/4/2017).

Ia menjelaskan, nantinya para bank induk syariah BUMN akan bersinergi mencari partner dari pihak luar untuk bisa menambah ekuitas bank syariah. Gatot mengatakan pihak BTN dan BRI akan bersama-sama mencari partner untuk anak usah bank syariahnya untuk bisa mencari tambahan ekuitas. Sedangkan bank Mandiri dan BNI juga akan melakukan hal yang sama.

"Itu partener, kita rame rame beauty contest. Kita gak mau begitu partner tapi pasif. Kita mau, seperti halnya syariah lainnya. Kita mau tumbuh besar," papar Gatot.

Partner untuk menambah ekuitas bank syariah ini tak hanya semata mata menambah likuidtas untuk membesarkan ekuitas. Tetapi juga untuk menambah transfer knowledge agar pihak perbankan syariah Indonesia bisa mendapatkan pelajaran yang lebih banyak.

"Jadi kita mau belajar juga dari bank bank syariah yang ada di Malaysia misalnya, jadi selain menambah ekuitas juga kita mau transfer knowledge," ujar Gatot.

Sebelumnya, Gatot menuturkan bahwa biaya transaksi antarbank pemerintah atau BUMN, baik itu penarikan di ATM bersama atau transfer, diupayakan menjadi nol rupiah dari saat ini sekira Rp 6.500 per transaksi.

"Transaksi antarbank dari Rp6.500 akan turun menjadi Rp4.000 dan setelah sosialisasi diupayakan menjadi Rp0," kata dia.

Transaksi antarbank tanpa biaya itu akan melibatkan bank-bank BUMN, yakni BNI, BRI, BTN dan Bank Mandiri yang akan bersinergi dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal tersebut menurutnya diupayakan untuk kebaikan bagi masyarakat dan kekuatan bank nasional sendiri.

Kemudian, untuk bank syariah juga diminta untuk bekerjasama atau bermitra dengan bank syariah luar negeri, yang memungkinkan dapat mentransfer teknologi dan ilmu pengetahuan bank syariah.

Tujuan dari holding perbankan adalah untuk pencapaian efisiensi, yang tadinya Capex untuk empat bank, menjadi satu arahan utama. Selain itu, tujuan lainnya adalah menguasai pasar Asean, di mana Indonesia menjadi pusat target pasarnya. (njs/dbs)

 


Back to Top