Kian Diminati, Video Tape Jadi Sarana Belajar-Mengajar Guru Agama Islam di Malaysia

gomuslim.co.id- Negeri jiran Malaysia mengubah konotasi video tape sebagai sarana hiburan menjadi guru agama Islam. Salah seorang warga Malaysia Sairi Haji Manan menggali Islam dari sebuah video tape. 

Dia memiliki hobi mengumpulkan video tape pelajaran Islam dan mengkoleksi sejumlah video tape yang diproduksi sebuah perusahaan Malaysia dan didistribusikan oleh Achara marketing media di Singapura.

Seri video tape yang dimilikinya misalnya Zuriatku (Generasiku), Panduan Alquran, Panduan Tahlil dan Yaasin, dan Panduan Ibadah Haji. Harga dua video tape seri Zuriatku, 79 dolar. Sementara untuk seri Iqra' seharga 315 dolar, berisi 13 video dan enam buku panduan. Sairi adalah sebagian dari masyarakat Malaysia dan Singapura yang berusaha menggali pengetahuan Islam dari video tape selain dari apa yang diajarkan guru mereka.

General Manager Achara's, Azmi Mustapha menyatakan perusahaan ini telah menjual sekitar 1.500 set video pelajaran agama dan panduan bagi orang tua. Perusahaan ini sendiri dibangun tiga tahun lalu (1993). Mustapha kini berencana untuk mendistribusikan versi serupa dalam bentuk CD (compact disc) dari Malaysia. 

Dia mengatakan telah menjual sekitar 300 set video tape berisi panduan naik haji dalam sebulan, di Januari 1995. Padahal, video itu, baru diluncurkan sebulan sebelumnya. "Ini mungkin karena waktunya yang sangat tepat”, ujar Azmi.

Pihaknya memulai penjualan video panduan haji hanya sebulan sebelum bulan haji tiba. Sebagian besar dari pelanggan kami menganggap video ini memberi tambahan bagi pengetahuan yang telah mereka dapatkan dalam kursus haji.

Kursus haji yang berlangsung sekitar satu hingga dua bulan di Singapura biasanya dikordinir The Islamic Religious Council of Singapore (Muis) dan masjid-masjid. Tapi, ada badan Muslim lain yang juga mencari keuntungan dengan mengadakan kursus serupa dalam jangka waktu dua sampai empat minggu.

Video tape ini tidak bermaksud menggantikan peran guru agama. Video hanya merupakan cara lain untuk menggali pengetahuan. 

"Dalam Islam, usaha mencari pengetahuan dengan berbagai cara mendapat nilai yang tinggi," pungkas Ustaz Osman Jantan, seorang guru agama yang terkemuka. 

Namun, video tape tidak dapat dan tidak boleh menggantikan guru karena hanya gurulah yang dapat memberikan jawaban secara mendalam dan respons yang cepat atas pertanyaan murid. "Video dalam beberapa hal tidak dapat bereaksi secara interaktif," kata Osman. 

Sairi mengaku video tersebut dibelinya untuk keluarga, terutama untuk cucunya yang sering berlibur ke tempatnya di akhir pekan. Ia mengharapkan produk ini dapat menambah pengetahuan cucunya yang didapat dari sekolah. 

Sedangkan para orang tua muda biasa menggunakan video ini untuk membantu mengajar Alquran pada anak-anak mereka. "Para orangtua ini menganggap masa mengaji di kelas atau di mesjid bagi anak mereka sangatlah terbatas," kata Azmi. 

Kemudian, dia juga menawarkan seri video panduan lain seperti video untuk orang tua, keterampilan berkomunikasi dan sebagainya. Video ini misalnya seri Suami Istri, Melentur Buluh, dan Zuriatku. Pembuatan video ini diawasi para pemuka agama di Malaysia. (nat/dbs)


Back to Top