Microsoft Luncurkan Dubai Font untuk 23 Bahasa

gomuslim.co.id- Sebagai perusahaan IT terbesar di dunia, Microsoft kembali meluncurkan inovasi. Pemerintah Dubai mengumumkan peluncuran Dubai Font, rupa huruf pertama yang dikembangkan Microsoft untuk sebuah kota, yang akan tersedia dalam 23 bahasa pada, Minggu (30/04/2017).

Kemudian, rupa huruf tersebut dikembangkan serempak dalam aksara Latin dan Arab dan tersedia bagi 100 juta pengguna Office 365 di seluruh dunia. Pangeran Mahkota Dubai Hamdan bin Mohammed Al-Maktoum mendorong seluruh lembaga pemerintah menggunakan rupa huruf itu dalam surat-menyurat resmi.

Dia mengatakan bahwa dirinya terlibat secara pribadi dalam semua tahap pengembangan font tersebut. “Itu adalah langkah yang sangat penting bagi kami sebagai bagian dari upaya terus menerus kami untuk menempati peringkat pertama di dunia digital," ujarnya.

Pihaknya meyakini bahwa dengan adanya font baru dan spesifikasi uniknya akan terbukti populer di antara font lain yang digunakan secara online dan teknologi cerdas di seluruh dunia.

Pemerintah Dubai mengatakan desain tipografi itu mencerminkan modernitas dan terinspirasi oleh kota dan dirancang untuk menciptakan harmoni antara bahasa Latin dan bahasa Arab.

Sementara itu, Dewan Eksekutif Dubai yang menangani urusan kota itu dan dipimpin oleh Pangeran Hamdan menyatakan rupa huruf tersebut mencerminkan visi Uni Emirat Arab, yakni ‘Untuk menjadi pemimpin regional dan global dalam inovasi. Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Abdulla Al-Shaiban mengatakan bahwa karya ini menjadi rupa huruf pertama yang dikembangkan sebuah kota dan menggunakan namanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dubai yang merupakan kota tempat menara tertinggi di dunia dan pusat perbelanjaan terbesar di Timur Tengah berupaya meningkatkan daya tariknya dengan berinvestasi di bidang teknologi dan budaya.

Dibanding kawasan tetangganya, Dubai memang menawarkan kemewahan, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan kelas menengah ke atas. Walau berada di atas padang pasir tandus, namun pelaku usaha di sana berhasil menyulap tanah gersangnya menjadi komplek mal, resor bahkan area ski dalam ruang.

Jumlah kunjungan wisatawan pada tahun lalu itu naik sebanyak 5 persen dari tahun sebelumnya. Sebanyak 23 persen wisatawan yang datang berasal dari Tanah Arab, sebagian besar berasal dari Arab Saudi. Sedangkan wisatawan asal Eropa Barat berada di posisi ke-dua, dengan jumlah kedatangan sebanyak 21 persen. (nat/afp/dbs)


Back to Top