Dapat Lisensi CBK, Bank Syariah Dubai Resmi Beroperasi di Kenya

gomuslim.co.id- Industri perbankan syariah mulai bergeliat di beberapa Negara. Salah satunya di Negara Kenya. Baru-baru ini, Dubai Islamic Bank (DIB) telah mendapatkan lisensi dari Bank Sentral Kenya (CBK) untuk beroperasi di Kenya. Bank syariah terbesar di Uni Emirat Arab (UAE) itu semakin mengokohkan kiprahnya dalam dunia perbankan di berbagai tempat.

CBK sendiri membenarkan kalau DIB ingin menawarkan layanan perbankan syariah. Tapi, CBK menyatakan kalau DIB bermaksud secara eksklusif layanan perbankan syariah yang sesuai dengan di Kenya.

"Ini menjadi bank syariah ketika dengan kepatuhan utuh yang mendapat lisensi di Kenya, usai Gulf African Bank Limited pada 2007 dan First Community Bank Limiter pada 2008," tulis CBK lewat pertanyaan resminya, seperti dilansir dari publikasi The East African, Senin (01/05/2017).

DIB telah sukses membuka cabang-cabangnya di Bosnia, Indonesia, Pakistan, Sudan, Turki dan UAE tentunya. Masuknya DIB ke pasar Kenya menandai berakhirnya moratorium yang diberlakukan CBK soal perizinan bank baru.

Bank Sentral Kenya turut menganggap lisensi ini menjadi penanda hubungan hubungan ekonomi Kenya dan UAE. September lalu, DIB sendiri memiliki basis aset sebear 47,6 miliar dolar AS dengan modal sebesar 7,4 miliar dolar AS.

"CBK menyambut masuknya merek internasonal seperti DIB ke sektor perbankan Kenya. Masuknya DIB akan memperluas penawaran di pasar, terutama di aspek perbankan syariah yang baru lahir," terang CBK sebagai regulator.

Sebelumnya, Otoritas Sektor Keuangan optimistis Sekretaris Kabinet Otoritas Perbendahaaan Nasional Kenya Henry Rotich akan memasukan pedoman untuk memandu operasi keuangan syariah tahun ini, saat daftar program keuangan dipresentasikan dalam anggaran 2017/2018 pada Kamis (30/3). Peraturan tersebut sudah tertunda selama dua tahun karena konflik di negara tersebut.

''Pada 2017, kami berniat memiliki peraturan untuk pengawasan seluruh pelayanan keuangan syariah di negara ini,'' ujar Kepala Pengawasan Asuransi Gabungan Otoritas yang berkaitan dengan Asuransi Mary Nkiomu.

Dia mengatakan Kantor Proyek Manajemen Keuangan Syariah didirikan pada Desember 2015, yang telah mengajukan proposal ke Perbendaharaan Nasional. Pedoman tersebut akan memungkinkan sektor keuangan dan sektor regulator untuk menggabungkan kerangka regulasi keuangan Islam.

Lembaga Keuangan Islam sebagian besar beroperasi di lingkungan yang berkaitan dengan prinsip -prinsip agama, didukung dengan peraturan konvensional. Kurang jelasnya aturan tersebut, bagaimanapun juga menghambat pertumbuhan pada produk asuransi syariah.

Sektor keuangan syariah yang telah berumur satu dekade di negara itu, mencakup tiga bank syariah, penyedia asuransi Tafakul dan beberapa pengetahuan Islam.

IRA adalah satu-satunya regulator keuangan dengan kerangka kerja yang telah memasukan keuangan syariah, dengan pedoman yang jelas dalam pelaksanaan asuransi syariah. Pedoman tersebut disusun pada tahun 2015 dan akan diluncurkan ke publik untuk konsultasi pada tahun ini. (njs/theeastafrican/dbs)


Back to Top