Ikuti Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis di Masjid Istiqlal, Hafidz Asal Malaysia Ini Berharap Menang di Tingkat Asia Pasifik

gomuslim.co.id- Gelaran perlombaan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud tingkat Asia Pasifik, yang digelar oleh Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia sedang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Perlombangan ini diikuti oleh 17 perwakilan negara. Salah satu peserta asal Malaysia, Muhammad Mamduh (18 tahun). Dirinya berharap menang dalam lomba hafalan Alquran tingkat Asia Pasifik tersebut. Pasalnya, dia sudah belajar keras selama sembilan tahun.

"Belum, mudah-mudahan Allah lagi (memenangkan)," ujar Mamduh. Dia menceritakan usaha kerasnya dalam menghafalkan kitab Allah tersebut. Menurutnya, ia sudah berusaha keras selama lima tahun untuk hafal Alquran. 

"Saya dulu belajar sembilan tahun di Tahfiz. Lima tahun saya sudah habis 30 juz. Kemudian 2,5 saya duduk di kelas syahadah. Kelas Syahadah itu saling mengulang 30 juz," tuturnya

Musabaqah ini terdiri dari lima cabang lomba, yaitu cabang hafalan Alquran 30 juz, cabang 20 juz, cabang 15 juz, cabang 10 juz, dan cabang hafalan hadis. Sementara, Mamduh sendiri mengikuti cabang 30 juz.

"Saya ikut di sini wakil 1-30 juz, saya biasa masuk Musabaqah tingkat Malaysia," katanya.  Di tempat yang sama, Koordinator delegasi Malaysia, Zulkarnain bin Hasan mengatakan, bahwa perwakilan dari Malaysia sendiri berjumlah enam orang hafiz, yang keseluruhannya adalah laki-laki. "Peserta Malaysia enam orang yang mengikuti penyertaan dalam tiga kategori. Kategori 1- 30 juz, 1- 20 juz, dan 1-10 juz," pungkas Zulkarnain. 

Zulkarnain menyampaiakan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama RI dan Kedubes Arab Saudi yang telah menyelenggarakan lomba hafalan Alquran tingkat Asia Pasifik yang sudah digelar kedelapan kalinya tersebut. "Kita ucapkan teruma kasih kepada penyelenggara melalui departeman agama dengan kerjasama dengan Kedutaan Arab di Indonesia," katanya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan ungkapan terima kasih dengan digelarnya lomba tersebut. Ia juga berharap, agar MTQ tingkat Asia Pasifik itu bisa terus dilakukan dalam setiap tahunnya.

"Saya mengharapkan program ini dilaksanakan untuk tahun-tahun yang seterusnya untuk mengeratkan hubungan bagi negara Asean Pasifik untuk menyemarakkan lagi pembangunan agama Islam di peringkat serantau dan Asean," katanya.

Zulkarnain mengatakan, bahwa perlombaan tersebut juga akan bermanfaat untuk umat Islam di seluruh dunia, khususnya bagi umat Islam di Indonesia sebagai tuan rumah. "Itu saja, mudah-mudahan program ini mendapat manfaat untuk umat Islam keselurahannya, khususnya di Indonesia dan juga negara-negara Asean Pasifik," harapnya. (nat/dbs)

 

 


Back to Top