Kagumi Karya Jurnalistik Para Santri, Ini Kata Atase Pers Kedubes AS

gomuslim.co.id- Santri tidak hanya bisa mengaji, tetapi juga dapat membuat prestasi yang menginspirasi. Salah satunya dalam membuat karya jurnalistik. Baru-baru ini, Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, John Johnson, menyatakan kekagumannya terhadap karya jurnalistik yang dibuat oleh santri-santri Indonesia.

“Saya kagum dengan hasil karya para siswa dan siswi peserta lokakarya empat hari ini dan kemampuan peserta dalam membuat tulisan, foto, dan video terkait lingkungan hidup,” kata John, saat acara 'Muslim Youth Camp 2017' di Bogor, Jawa Barat pada 25 sampai 29 April 2017. Para santri yang mengikuti kelas jurnalistik lingkungan ini merupakan siswa kelas X dan XI atau setara dengan kelas I dan II SMA.

John mengaku sudah bertugas di Indonesia selama 3 tahun. Selama itu, dia menyempatkan diri berkeliling Aceh sampai Papua. Dia menyimpulkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk hutan dan lingkungan hidup. Kekayaan tersebut harus dilindungi agar tetap lestari.

Menurutnya, yang dilakukan santri-santri tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan lingkungan. Karya jurnalistik para santri itu memberikan pengaruh kepada masyarakat akan pentingnya memelihara lingkungan. "Siswa dan santri memainkan peran penting dengan turut melestarikan lingkungan hidup melalui tulisan, foto, dan video tentang lingkungan hidup," ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan Muslim Youth Camp 2017 ini diselenggarakan oleh Lentera Foundation, bekerja sama dengan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), dan didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Acara tersebut diikuti 33 anak didik setingkat sekolah menengah atas (SMA) yang terpilih dari 400 santri dari tujuh pesantren dan sekolah Islam, yakni Smart Ekselensia Jawa Barat, MAN Insan Cendikia Serpong, MAN 4 Jakarta, Pesantren Assalam Solo, Pesantren Ali Maksum Yogyakarta, Pesantren Darul Hijrah Martapura, dan Pesantren Muhammadiyah Al-Mujahidin Balikpapan.

Dalam acara yang digelar selama lima hari tersebut, para santri dibekali pengetahuan tentang isu lingkungan dan kemampuan teknis dalam menghasilkan karya jurnalistik oleh para aktivis lingkungan, jurnalis senior, dan praktisi media. Sejumlah fasilitator yang turut membantu dalam program ini berasal dari pegiat lingkungan dari Conservation International Indonesia, National Geographic Indonesia, detikcom, Net TV, dan Beritagar.

Dengan mengusung konsep yang memadukan antara pelatihan dan kelas jurnalistik, selain diberi tambahan wawasan dan kepedulian terhadap isu lingkungan, para santri tersebut dibagi ke dalam kelas menulis, kelas fotografi, dan kelas video maker.

Perwakilan Lentera Foundation, Arisman, berharap program ini memberi dampak positif bagi peserta dan lingkungan hidup di tempat mereka berasal. Setelah mengikuti kelas penulisan, fotografi, dan video maker, para peserta ditugasi langsung membuat liputan di lokasi pelatihan. Liputan ini mengambil tema lingkungan hidup. Hasil liputan para santri itulah yang mendatangkan pujian dari Atase Pers Kedutaan Amerika Serikat John Johnson. (njs/dbs)

 


Back to Top