Peggy Melati Sukma Luncurkan Tiga Buku Inspirasi Hijrah dan Dakwah Keliling Dunia di Gelaran Islamic Book Fair 2017

gomuslim.co.id- Pada gelaran Islam Book Fair (IBF) yang diselenggarakan pada 3 sampai 4 Mei 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), aktris sekaligus penulis Peggy Melati Sukma turut meluncurkan  tiga buku terbaru yang bertajuk 30 Hari Menulis 3 Buku 3 Negara.

Buku yang diluncurkan Peggy terdiri dari dua seri. Seri inspirasi hijrah Ya Robbana Aku Ingin Pulang dan dakwah keliling dunia yang terdiri dari Kun Fayakun, Menembus Palestina dan Kuketuk Langit Dari Kota Judi Menjejak Amerika.

Saat ditemui oleh gomuslim, Peggy mengaku tema 30 Hari Menulis 3 Buku 3 Negara  diambil atas pengalamannya pada proses penulisan selama satu bulan.

“Awalnya saya berencana untuk menulis satu buku Ya Robbana Aku Ingin Pulang, tapi atas ridho Allah dan tanpa disengaja akhirnya dua buku juga dapat saya tulis, dan dalam 30 hari itu saya bisa menulis 3 buku sekaligus,” ujar Peggy.

Buku seri inspirasi hijrah yang berjudul Ya Robbana Aku Ingin Pulang bercerita mengenai perjalanan batinnya dalam berhijrah. Buku ini merupakan kelanjutan dari seri pertamanya yang berjudul Ku Jemput Engkau di Sepertiga Malam yang lebih dahulu rilis.

Sedangkan buku yang berjudul Kun Fayaku, Menembus Palestina dan Kuketuk Langit Dari Kota Judi Menjejak Amerika berdasarkan pengalamanya saat dakwah keliling dunia.

“Rencananya seri dakwah keliling dunia ini akan saya buat sekuel yang terdiri 7 buku, berisi pengalaman dakwah saya saat mengunjungi 20 negara di dunia,” kata Peggy.

Peggy mengaku penulisan buku ini dimulai pada bulan Februari, dirinya sempat ditanyakan penerbit untuk kembali melauncing buku di tahun 2017 yang kebetulan adanya event IBF di bulan Mei.

“Waktu yang saya miliki untuk menulis hanya di bulan Maret, karena bulan April akan digunakan untuk proses editing dan cetak, sedangkan awal Mei adalah jadwal launchingnya. Jadi Bismillah saya niatkan menulis buku dengan menghamba kepada Allah, dan Alhamdulillah selesai bahkan sampai 3 buku sekaligus,” tutur wanita yang aktif di kegiatan sosial kemanusiaan ini.

Peggy mengaku dirinya adalah seorang pembaca yang selalu menyempatkan waktunya membaca. Baik Alquran maupun buku umum lainnya. Sehingga terjadi kristalisasi yang membantu dirinya dalam proses penulisan.

“Selain membaca saya juga menyampaikan, dengan berbicara akan ada interaksi yang pada akhirnya membuat kita mengingat dan ini yang akan memudahkan kita dalam menulis,” tukasnya.

Dirinya mengaku setiap akan menulis, ia selalu merekam pembicaraan dengan alat recorder, kemudian hasil rekaman dijadikan transkip naskah. “Saya selalu merekam pembicaraan dengan recorder apa yang akan saya tulis pada setiap babnya, dan cara ini sangat memudahkan,” pungkasnya. (nat)

 


Back to Top