Pemerintah Diminta Kaji Rumusan Sertifikasi Halal Pelaku Pariwisata

gomuslim.co.id- Sebuah rencana yang digulirkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengenai keluarnya Peraturan Menteri (Permen) untuk mengatur sertifikasi halal pelaku usaha pariwisata, diminta dikaji lebih mendalam agar aturan tidak tumpang tindih dengan aturan yang sudah ada.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Haryadi Sukamdani menyatakan pihaknya tidak merasa keberatan jika aturan sertifikasi halal sifatnya. Namun pihaknya tidak sepakat jika aturan tersebut nantinya diwajibkan untuk setiap pelaku industri pariwisata karena akan merugikan untuk pelaku usaha yang segmentasinya bukan produk halal.

"Jangan di generalisir semua, sebaiknya tetap mengadopsi pemberian sertifikasi itu mengacu pada restoran yang mengklaim produknya halal karena kalau nanti itu jadi suatu kewajiban untuk semuanya, itu akan menimbulkan masalah lagi di lapangan," ujar Haryadi pada, Rabu (03/05/2017).

Pihaknya juga meminta pemerintah untuk memikirkan mekanisme yang tepat agar penerapan sertifikasi halal tidak tumpang tindih dengan aturan lainnya. Pasalnya menurut dia, jika aturan dan mekanisme Permenpar yang nanti diterbitkan mekanisme dan penunjukan badan sertifikasinya tidak jelas, bisa bertabrakan dengan Undang-Undang tentang Jaminan Produk Halal yang sudah ada. 

"Jadi Permen (Peraturan Menteri) nya jangan sampai tumpang tindih dengan pelaksanaan undang-undang sertifikasi halal," pungkas Haryadi.

Di pihak lain, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asnawi Bahar meminta aturan sertifikasi pariwisata halal memperhatikan masalah standarisasi. Asnawi melihat di negara lain, standarisasi halal sudah lebih baik ketimbang di Indonesia.

“Jika Indonesia mau mencontoh standar halal negara tetangga, pariwisata halal Indonesia akan mempunyai jaminan mutu yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, standarisasi juga akan memberikan jaminan mutu, tentu dengan aturan dan standar yang ketat.

Berdasarkan hasil studi Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) Mastercard-CrescentRating 2017 yang resmi dirilis di Jakarta, Indonesia menempati posisi ketiga dalam sektor pasar wisata Muslim (wisata halal) untuk sejumlah destinasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun non OKI.

Posisi Indonesia ini naik satu peringkat dari tahun sebelumnya. Adapun pemimpin pasar wisata halal untuk tahun ini (peringkat satu dan dua) masih dipegang oleh Malaysia dan Uni Emirat Arab. (nat/tribunnews/dbs)

 

 


Back to Top