Buku ‘Never Ending Hijrah’ Resmi Diluncurkan di Gelaran Islamic Boook Fair 2017, Begini Kisahnya

gomuslim.co.id- Pada gelaran hari ke-2 Islamic Book Fair 2017, Penerbit Almawardi Prima meluncurkan dan membedah buku berjudul Never Ending Hijrah di Panggung Utama Islamic Book Fair (IBF) ke-16 tahun 2017, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (04/05/2017).

Buku yang ditulis oleh Tatty Elmir itu mengisahkan tentang pasangan Silvia Pamudji dan Dr Reza Abdul Jabbar , WNI peternak sukses di New Zealand dan menegakkan syiar Islam di bumi Selatan.

Pada acara tersebut, sang penulis bercerita awal mulanya dia berkesempatan bertemu dan akhirnya menulis kisah keluarga muslim tersebut. “Lewat Forum Indonesia Muda (FIM), saya bertemu dengan banyak anak muda yang berprestasi dan mempunyai jiwa kepemimpinan. Mengisi acara dan bertemu banyak kalangan, salah satunya saat hadir di sebuah acara di Kemenpora, saya dikenalkan dengan sosok Dr. Reza. Saya kagum dan merasa tergerak ingin menulis kisah keluarga ini dan mengajak teman-teman berkolaborasi, salah satunya Kurniawan Gunadi, “ jelas Tatty.

Untuk memperkaya tulisannya, Tatty dan tim akhirnya berangkat ke New Zealand untuk bertemu dengan keluarga Reza.

Selain itu, acara bedah buku ini juga dihadiri oleh para anggota keluarga dari Dr. Reza dan sang istri, Silvia. Di tengah acara, peserta diajak melakukan teleconference langsung dari rumahnya di kawasan 800 hektar tanah peternakan New Zealand. Kepada para peserta, Reza berbagi motivasi dan inspirasi tentang kisah suksesnya membangun bisnis peternakan di bumi paling selatan tersebut.

“Hal yang terpenting adalah kita harus menjemput hidayah Allah dengan berpegang teguh pada tauhid. Senantiasa istiqomah dalam hijrah juga penting. Jangan sampai kita merasa terlampaui sibuk untuk kepentingan Islam. Mari kita saling mendoakan dan bahu membahu menegakkan La ilaha IllAllah, “ pungkas ayah lima orang anak ini.

Reza adalah pria berjenggot lebat yang dikenal sebagai pengusaha ternak yang sukses. Dia memiliki peternakan sapi perah cukup besar di Invercargill. Setiap tahun satu sapi miliknya mampu menghasilkan 6 ribu liter susu. Padahal, Reza mempunyai 20 ribu sapi.  Artinya, setahun dia mampu memproduksi 120 juta liter susu sapi. Angka yang luar biasa besar.

Saat kelas 2 SMA, pada Desember 1992, Reza memutuskan untuk hijrah ke New Zealand. Itu dilakukan karena dia ingin bisa kuliah di negeri yang berdekatan dengan kutub selatan tersebut. Karena, katanya, di New Zealand peternakannya terbaik di dunia.

Setelah lulus SMA, Reza melanjutkan pendidikan ke fakultas pertanian dan peternakan di Massey University hingga selesai S-2.

Reza lalu bekerja di peternakan sapi potong, rusa, kambing, dan domba. Selama empat tahun dia bekerja hingga menjadi manajer. Kemudian, dia pindah ke peternakan sapi perah terbesar di New Zealand. Saat itulah dia mengumpulkan modal. Sementara itu, sang istri bekerja di bank.

Begitu modal terkumpul, dia membeli 20 sapi pada 2002. Seekor sapi pada saat itu seharga USD 1.000 (sekitar Rp 9,6 juta). Sapi-sapinya kemudian dipelihara di lahan milik orang. Hasil penjualan susunya dibagi sama 50:50 dengan pemilik lahan.

Tiga tahun kemudian dia pindah lagi ke tempat lain. "Di tempat yang baru tersebut saya diberi kemudahan untuk membeli tanah untuk peternakan," ucapnya.

Sejak itu Reza memutuskan untuk membuka usaha peternakan sendiri. Usahanya berkembang pesat. Sapinya yang semula hanya 20 ekor kini sudah menjadi 20 ribu ekor. Lahan peternakannya pun semakin luas. Sekarang sudah sekitar 800 hektare.

Kisah inspiratif tentang keuarga Reza bisa dibaca di buku Never Ending Hijrah yang perdana dijual di gelaran IBF 2017. Pameran buku Islam terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara itu dibuka oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, Rabu (03/05). Pameran yang diikuti 158 penerbit dan puluhan peserta non-penerbit itu akan berlangsung hingga Ahad, (07/05/2017). (fau)

Baca juga:

Ragam Pilihan Buku Islam Hingga Pojok Literasi Anak Siap Ramaikan Gelaran Islamic Book Fair 2017


Back to Top