Ketua IITCF : Syarat Pariwisata Halal, Travel Agent Harus Penuhi Kebutuhan Dasar Wisatawan

gomuslim.co.id- Peluang industri pariwisata halal di Indonesia terbilang potensial. Biro perjalanan wisata (travel) bisa memulai dengan memenuhi dan perbaikan kebutuhan dasar wisatawan Muslim.

Ketua Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF), Priyadi Abadi menjelaskan landasan utama wisata halal adalah makanan halal dan pemenuhan kewajiban shalat. Sebagai pelaku, konsep wisata halal ini pun sama. Hal itu bisa jadi fokus awal travel memulai.

Tentunya faktor pendukung ke arah sana memang sertifikat halal. Namun, masyarakat Indonesia merasa halal adalah hal biasa dan merasa belum perlu sertifikasi halal. 

''Wisata halal penting sertifikasi karena sertifikatnya bukan untuk kita, tapi wisatawan. Ini bukan Arabisasi, tapi kebutuhan itu ada,'' pungkas Priyadi.

Bahkan di negara tetangga sudah melakukan itu. Taiwan pernah mengundang 40 travel Indonesia termasuk untuk menunjukkan kesiapan Taiwan menyambut wisatawan Muslim. 

''Meski belum halal, tapi sudah ramah Muslim, di mal atau tempat umum, tidak ada mushola tapi disediakan area untuk shalat,'' kata Priyadi.

Sementara itu, lembaga sertifikasi halal Taiwan kian serius menaggapi akan hal ini, bahkan kalau ada pelanggaran akan didenda besar. Belum lagi Thailand, Korsel, dan Jepang yang melihat Indonesia sebagai pasar luar biasa. Priyadi sendiri mulai hijrah ke bisnis wisata Muslim pada 2009 setelah menjalankan biro haji dan umroh.

Dirinya melihat peluangnya besar sehingga ia kemudian menjual paket umroh plus dan ke depan ingin menjual paket wisata halal domestik.

Menurutnya, cross selling bisa jadi jalan meningkatkan kedatangan wisatawan asing Muslim ke Indonesia. Dengan jaringan mitra IITCF yang baik di luar negeri, travel perlu mengemas paket siap jual ke sana.

IITCF berkomitmen untuk terus meningkatkan serta mencetak SDM travel Muslim yang profesional, berkualitas, siap pakai serta berdaya saing tinggi.

Selain itu, IITCF juga memberikan pelatihan dengan materi leadership, time management, communication skills, guiding technique, problem solving, dan pengenalan maskapai. Sejak didirikannya pada 2015. IITCF menjadi wadah silaturahim, berbagi ilmu dan informasi antar sesama travel Muslim, tour leader, tour planner, dan masyarakat umum. IITCF menjadi jembatan bagi 200 perusahaan travel Muslim dalam memperluas wawasan, keterampilan baik staf maupun owner travel Muslim. (nat/dbs)

 

 

 


Back to Top