Federasi Bola Basket Kini Resmi Izinkan Atlet Muslimah Kenakan Hijab Saat Pertandingan

gomuslim.co.id- Adanya peraturan pasal 4.4.2 dari Federasi Bola Basket Internasional atau FIBA yang menyebutkan bahwa pemain tidak boleh menggunakan peralatan yang dapat menyebabkan lawannya cedera seperti aksesori, perhiasan, serta penutup kepala termasuk hijab.

Walaupun hijab digunakan dengan alasan agama, namun para atlet yang akan masuk pertandingan resmi tetap tidak diizinkan untuk berhijab. Oleh karena itu, para atlet wanita Muslim merasa karier mereka terhenti karena peraturan tersebut. 

Banyak atlet berhijab yang berusaha memperjuangkan hak mereka untuk tetap bermain dengan mengenakan hijab. Sesungguhnya hijab vukanlah sesuatu yang bisa dikompromikan. Bahkan sampai ada yang membuat petisi agar FIBA mengubah peraturannya.

Perjuangan mereka pun tak sia-sia, Kini tersiar kabar gembira untuk para atlet basket hijabers yang ingin berkarier sebagai pemain basket. Dalam pernyataan terbaru FIBA, pihaknya mengatakan bahwa proposal terkait peraturan baru yang memungkinkan wanita Muslim mengenakan saat bertanding telah disetujui.

"Dewan Pusat telah menyetujui proposal yang diajukan Technical Commission untuk peraturan baru yang memungkinkan penutup kepala dipakai oleh pemain. Aturan baru itu sedang dikembangkan untuk mempertimbangkan minimal risiko cedera dan menjaga konsistensi warna seragam," ungkap pihak FIBA seperti yang dilansir dari publikasi Buzz Feed.

Sementara itu, FIBA mulai mempertimbangkan untuk mengizinkan atlet berhijab sejak dua setengah tahun lalu. Melihat semakin banyak wanita berhijab yang ingin menjadi atlet basket, FIBA terus mendalami terkait perizinan penggunaan penutup kepala dengan alasan religius. 

Belum lagi, dengan adanya petisi di Change.org agar FIBA mengizinkan wanita berhijab ikut bertanding yang telah ditandatangani oleh 132.444 orang. Ada pula kampanye yang diserukan para hijabers dengan hastag #FIBAAllowHijab.

Kemudian, setelah diputuskan untuk mengubah peraturan terkait penggunaan penutup kepala, FIBA mengatakan rencananya peraturan baru ini mulai berlaku di Oktober 2017. Mendengar hal ini, para atlet basket berhijab merasa senang. Asma Elbadawi, atlet basket berhijab yang berbasis di Bradford in West Yorkshire. Pihaknya  mengatakan bahwa ini adalah kabar bagus dan memberikan peluang besar untuk wanita Muslim tetap berkarier sesuai passion mereka.

"Mengangkat larangan tersebut akan mengubah sejarah. Ini memberikan wanita kesempatan bertanding secara profesional di berbagai liga, WNBA misalnya," ujar Asma yang ikut mulai berkampanye pada tahun lalu agar FIBA mengubah peraturannya.

Asma juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh dukungan yang diberikan kepadanya dan teman-teman. Dukungan dari ragam organisasi serta media diakui membantu terwujudnya harapan mereka. Sementara pemain basket berhijab lainnya bernama Kike Rafiu berasal Nigeria mengaku juga sangat senang. Setelah sama-sama berjuang akhirnya harapan mereka terwujud.

"Kami sangat senang karena waktu, usaha, dan kerja keras, serta komitmen kita untuk mencabut larangan ini telah membuahkan hasik. Dan untuk para generasi muda, jilbab sekarang bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan justru bagaimana cara mereka bermain bola basket sekarang yang perlu difokuskan," kata Kike.

Sebelum peraturan ini dirilis, pada Maret lalu persatuan atlet profesional World Players Association mengirimkan surat kepada FIBA mengatasnamakan delapan asosiasi pemain bola basket nasional yang berisi kekhawatiran mereka akan dampak diskriminasi peraturan tersebut. Ada juga tekanan dari Federasi Bola Basket India yang dua atletnya penganut Sikh dan dipaksa bermain tanpa sorbannya di Asia Cup Basketball Championship yang berlangsung di China. (nat/buzzfeed/dbs)


Back to Top