Kunjungi Bangka Tengah, Imam Masjid Quba Tegaskan Islam Ajarkan Toleransi

gomuslim.co.id- Imam Masjid Quba, Madinah, Arab Saudi, Syaikh Shalih Awad Al Moghamsy, menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan toleransi dan kasih sayang kepada sesama manusia. Untuk itu, umat Islam wajib menjalankan perintah ini sebagaimana tertera dalam kitab suci Alquran.

“Tasamuh (tenggang rasa) sangat diajarkan oleh Islam. Allah SWT berfirman: "dan berkatalah kepada manusia dengan perkataan yang baik”. Allah menyuruh kepada manusia (semua orang) bukan hanya muslim, tapi semua umat manusia. Toleransi yang komprehensif," kata Syaikh Shalih baru-baru ini.

Pada kesempatan tersebut, Syaikh Shalih juga mendoakan umat Islam Indonesia agar diberikan jalan kemudahan dalam menegakkan kalimah Allah. Menurutnya, penegakkan kalimah Allah ini akan semakin membuat dunia penuh kedamaian, dan toleranasi makin terjaga.

Sebelumnya, Syaikh Shalih menghadiri dan memberikan tausiyah kepada peserta Musabaqoh Hafidz Quran tingkat dunia di Jakarta. Setelah itu, Syaikh Shalih melanjutkan safari dakwahnya ke Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, pada Jumat, (05/05/2017).

Di sana, Syaikh Shalih menjadi khatib dan imam salat Jumat di Masjid Ar Rahman Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalan Baru. Upaya Pemkab Bangka Tengah mendatangkan Imam Masjid Quba disambut antusias oleh warga Bangka Tengah.

Sebagai imam di Masjid Quba, Syaikh Shalih kerap membuat jemaah menangis.  Warga Bangka Tengah senang dengan kedatangan Syaikh Shalih. "Kami senang sekali imam Masjid Quba bisa berkunjung ke Bangka Tengah. Beliau ulama dunia yang sangat bijak," ujar Ahmad, salah seorang warga Bangka Tengah.

Safari dakwah Syaik Shalih dilanjutkan ceramah usai salat Isya. Dia juga ikut salat Subuh berjemaah keesokaan harinya.

Kepala Bagian Humas Bangka Tengah, Sofyan, mengatakan Syaikh Shalih sangat terkesan dengan suasana di Bangka Tengah. Apalagi Syaikh Shalih sempat berkumpul dan makan bersama warga setempat. "Jika tidak ada halangan pemkab juga akan mengundang Imam Masjid Gaza," kata Sofyan.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Bangka Belitung, Herry Erfian, yang juga mengikuti acara ini, mengapresiasi program Pemkab Bangka Tengah ini. Menurutnya, kedatangan Imam Masjid Quba bisa menjadi penyejuk suasana di Indonesia. Apalagi Masjid Quba merupakan masjid yang pertama didirikan Rasulullah SAW di Madinah.

Sebelumnya, Pangeran Kerajaan Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz menyatakan nilai toleran yang diajarkan dalam agama Islam. Khalid mengaku kagum terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Ia mengatakan Indonesia merupakan percontohan hidup damai. Meski dihuni beragam suku dan agama, kehidupan bermasyarakat di Indonesia berlangsung harmonis.

"Rakyat yang jumlahnya lebih dari 258 (juta) jiwa, terdiri dari beberapa suku dan berbicara dengan berbagai dialek, menganut berbagai keyakinan dan agama. Meskipun demikian, mereka hidup dalam keadaan harmonis dan tenang tanpa adanya dengki, iri, dan bermusuhan, semuanya ikhlas dan loyal terhadap negaranya dan membangun demi kestabilan dan keamanan negara Indonesia," kata Pangeran Khalid. (njs/dbs)

 


Back to Top