Reksadana Saham Syariah Catatkan Hasil Positif pada Laporan April 2017

gomuslim.co.id- Reksadana saham syariah terus menunjukan kinerja positif dalam beberapa tahun terakhir. Terbaru, menurut Data Infovesta Utama Kinerja pada bulan April 2017, rata-rata imbal hasil reksadana saham syariah mencapai 1,44 persen. Angka ini menunjukan bahwa kinerja saham syariah paling kinclong pada bulan lalu.

Sementara, campuran syariah menorehkan imbal hasil sebesar 1,17 persen. Di posisi terendah, reksadana pendapatan tetap syariah hanya meraih imbal hasil 0,52 persen. Produk reksadana saham syariah yang mencatat imbal hasil tertinggi di April adalah CIMB Principal Islamic Asia Pacific Equity Syariah, dengan return 3,37 persen.

Selanjutnya ada PNM Ekuitas Syariah yang imbal hasilnya 2,98 persen dan CIMB-Principal Islamic Equity Growth Syariah dengan imbal hasil sebesar 2,84 persen. Return tiga reksadana tersebut lebih tinggi ketimbang return rata-rata reksadana campuran syariah yang mencapai 1,17 persen dan reksadana pendapatan tetap syariah yang sebesar 0,52 persen.

Namun demikian, jika dihitung sejak awal tahun, reksadana pendapatan tetap syariah mencetak rata-rata return tertinggi, yakni 4,26 persen. Setelahnya ada reksadana saham syariah dengan return 3,31 persen dan reksadana campuran syariah yang imbal hasilnya mencapai 3,29 persen.

Research & Investment Analyst Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan, wajar jika reksadana saham syariah mencetak kinerja paling apik di April. Sebab, laporan keuangan emiten sepanjang 2016 dan kuartal I-2017 dipublikasikan pada bulan tersebut.

Kinerja keuangan saham-saham yang jadi underlying asset, seperti infrastruktur dan komoditas, juga naik cukup signifikan. "Ini yang menjadikan kinerja saham syariah lebih baik," ujar Wawan, akhir pekan lalu. Ia memperkirakan harga saham komoditas bisa naik 20 persen, infrastruktur 10 persen dan consumer goods naik 10 persen akhir tahun nanti.

Selain itu, Head Of Business Development Majoris Asset Management, Tandy Cahyadi, mengungkapkan kinerja reksadana syariah berbasis saham juga ditopang infrastruktur dan aneka industri. "Sektor infrastruktur dan aneka industri yang jadi saham pembobotan di reksadana saham syariah kinerjanya baik sekali," katanya

Pendapat Jemmy Paul Wawointana, Plt CEO PT Sucor Asset Management, juga setali tiga uang. Selain itu, di saat yang sama, kinerja saham non syariah kurang oke ketimbang saham-saham syariah. "Selama April, saham tambang, telekomunikasi serta industri lainnya naik lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan dan saham rokok yang tidak masuk dalam saham syariah," jelas dia.

Jemmy optimis reksadana saham syariah bisa memberi return 15% sampai akhir tahun nanti. Ini dengan asumsi IHSG mencapai 6.000.

Sedang prediksi Wawan, reksadana saham syariah bisa memberi imbal hasil 10 persen di akhir tahun. Di periode yang sama, return campuran syariah bisa mencapai 8 sampai 9 persen, pendapatan tetap syariah 7 sampai 8 persen dan pasar uang syariah 4 sampai 5 persen.

Jemmy menilai, kinerja reksadana bisa lebih baik tahun ini bila lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) benar-benar menaikkan rating surat utang Indonesia pada tahun ini. (njs/dbs)

 


Back to Top