Besok, Kemenag Gelar Seleksi Petugas Haji Tingkat Provinsi

gomuslim.co.id- Pemerintah terus melakukan berbagai persiapan terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2017. Salah satu unsur penting dalam hal ini adalah petugas haji. Terbaru, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar seleksi petugas haji pada Selasa (09/05/2017) besok.

Kasubdit Pembinaan Petugas, Khoirizi, mengatakan seleksi yang terdiri dari tes kompetensi dan wawancara ini akan dilaksanakan serentak di Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia. "Seleksi akan memilih 136 calon petugas non kloter dan 1.033 calon petugas kloter untuk mengikuti tahapan berikutnya, yaitu pembekalan," ujarnya di Jakarta, Senin (08/05/2017).

Lebih lanjut, Khorizi mengungkapkan bahwa Kementerian Agama berkomitmen untuk menyelenggarakan tes seleksi petugas haji secara profesional. Kepada para Kepala Bidang Haji Kanwil Kemenag, Khoirizi mengingatkan untuk mengawal bersama pelaksanaan seleksi dengan baik, transparan, dan berkeadilan.

"Untuk mendapatkan petugas yang profesional, maka proses seleksi harus dilakukan dengan cara profesional juga," tegasnya.

Khoirizi memastikan proses seleksi yang akan dilakukan besok bukanlah formalitas. Sebab, lolos tidaknya peserta ditentukan oleh hasil tes para peserta masing-masing, baik tes kompetensi maupun wawancara.

"Kemenag tidak mentolelir praktik KKN dalam proses seleksi petugas. Kemenag juga tidak mempertimbangkan rekomendasi dalam bentuk apapun. Seluruh peserta agar mengikuti mekanisme seleksi sesuai dengan yang telah ditetapkan," katanya.

Pendaftaran seleksi petugas haji dibuka pada 18 April lalu. Calon peserta seleksi petugas haji di tingkat kanwil adalah mereka yang telah dinyatakan lolos pada seleksi tahap awal di Kankemenag Kabupaten/Kota.

Sebelumnya, Khorizi menuturkan bahwa rekrutmen petugas haji akan dilakukan secara professional dan terbuka. "Kami berupaya menjaring petugas haji yang bermental melayani sepenuh hati untuk mengantar jemaah haji melaksanakan ibadahnya dengan sempurna. Sebab, tantangan kerja petugas haji tahun ini lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.

Menurutnya, kuota petugas haji tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. Padahal, beban kerja pelayanan semakin besar karena adanya penambahan kuota haji. Hal ini menurut Khoirizi menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, suhu udara di Arab Saudi musim haji tahun ini diperkirakan akan lebih panas dari tahun lalu.

"Untuk itu kami benar-benar membutuhkan petugas yang tidak hanya cekatan dalam bekerja, cerdas dalam menyelesaikan masalah, juga harus memiliki kekuatan fisik yang prima," ujarnya.

Rapat Teknis Pemantapan Rekrutmen Petugas Kloter dan Non Kloter menghasilkan beberapa kesepatakan, antara lain terkait tahapan rekrutmen petugas, jadwal seleksi petugas di tiap jenjang, persyaratan umum dan keahlian khusus yang harus dimiliki calon petugas, pola pembekalan petugas haji, serta rancangan Keputusan Direktur Jenderal tentang Pedoman Pelaksanaan Rekrutmen Petugas Haji tahun 2017.

Selain merekrut petugas haji dari Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama, panitia juga akan merekrut tenaga musiman yang terdiri dari mahasiswa dan mukimin (WNI yang menetap di Arab Saudi). "Info selengkapnya terkait seleksi petugas haji ini akan segera kami umumkan melalui website Kementerian Agama," ujarnya.

Kepala Seksi Rekrutmen Petugas Haji Agus Syafiq menjelaskan, bahwa terdapat penyempurnaan pola rekrutmen petugas haji tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya. Penyempurnaan itu antara lain berupa syarat kualifikasi calon petugas sesuai latar belakang bidang kerjanya masing-masing. "Hal ini untuk mendapatkan petugas haji yang dalam penempatannya sesuai kebutuhan layanan jemaah haji," ujar Syafiq.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembekalan Petugas Haji Syarif Rahman mengatakan bahwa pola pembekalan petugas haji tahun ini juga akan mengalami penyempurnaan. "Di sisi pembekalan akan dilakukan perubahan dengan diterapkannya pembekalan pendalaman selama 6 hari sesuai bidangnya masing-masing, di samping materi pembekalan koordinasi alur tugas di setiap Daker dan Sektor serta tugas di Amina," kata dia. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top