Menag: Indonesia Condong ke Corak Islam Moderat

gomuslim.co.id- Corak Islam di Indonesia kini condong pada Islam moderat, hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Menag menilai Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatallilalamin) adalah yang penuh nilai-nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang) dan itidal (lurus).

Pihaknya menilai akhir-akhir ini, ada kecenderungan sekelompok umat yang jumawa. Merasa paling benar dan paling baik dalam menjalankan ajaran agama. Sehingga secara tidak sadar menegaskan dan menafikan corak keislaman yang tidak sama dengan yang berkembang di Indonesia.

"Banyak sorotan dunia Islam ke Indonesia. Karena itu kita harus mampu menjelaskan Islam yang berkembang di Indonesia dengan penuh kerendahatian, sebab boleh jadi berbeda dengan penerapan nilai-nilai Islam di belahan dunia lain," ujar Menag.

Lukman mencontohkan terkait penghormatan kaum perempuan. Umat Islam di seluruh penjuru dunia sepakat bahwa Islam sangat menghormati, memuliakan, dan menunjung tinggi serta melindungi kaum perempuan. Namun dalam implementasinya, karena terjadi perbedaan budaya dan latar belakang, penghormatan terhadap kaum perempuan pun tidak sama.

"Di Arab Saudi misalnya, kaum perempuan diharamkan menyupir mobil. Ketentuan itu dibuat semata-mata untuk menghormati, menjaga dan melindungi kaum perempuan. Karena Arab memiliki tradisi dan budaya sendiri," katanya.

Berbeda dengan Indonesia yang  mengimplementasikan ajaran penghormatan terhadap kaum perempuan dengan memberikan hak yang luas. Jangankan hanya menyopir mobil pribadi, menjadi hakim bahkan hakim di pengadian agama pun diperbolehkan. "Dan hasil putusanya setara dengan hakim pria," katanya.

Melihat dua fenomena yang berbeda ini, umat Islam Indonesia tidak perlu merasa lebih bagus, lebih baik dan lebih benar dan menyalahkan orang lain, karena berbeda konteks budaya dan latar belakang. "Fatayat sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama harus mampu mengusung nilai-nilai Islam moderat, Islam wasatiyah, Islam Indonesia dan Islam rahmatan lil alamin," tutur Menag.

Islam Moderat adalah Islam sekular, yang mau menerima nilai-nilai Barat seperti demokrasi dan HAM, serta mau berkompromi dengan imperialisme Barat dan tidak menentangnya. Kelompok yang disebut ‘Islam Moderat’ ini mereka anggap sebagai ‘Islam yang ramah’ dan bisa jadi mitra Barat.

Karena itu, Islam tidak cuma mengajarkan akidah yang mengharuskan setiap pemeluknya mengimani rukun iman. Islam juga mengharuskan setiap pemeluknya untuk terikat dengan syariat-Nya; baik yang berkaitan dengan masalah ibadah, muamalat (seperti sistem ekonomi), munakahat (seperti sistem pergaulan pria-wanita), hudud dan jinayat (seperti sistem sanksi dan peradilan), jihad, maupun ahkam sulthaniyah (seperti sistem pemerintahan). (nat/dbs)


Back to Top