AXA Mandiri dan MUI Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Literasi Asuransi Syariah

gomuslim.co.id- PT AXA Mandiri Financial services (AXA Mandiri) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk program edukasi keuangan syariah bagi kaum muslim nusantara yang disebut “Satu Juta Umat Mandiri”, Senin (08/05/2017). Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan literasi dan edukasi asuransi syariah yang sukses dilakukan pada tahun 2016 lalu.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Director of Alternative Channel AXA Mandiri Henky Oktavianus dan Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H Ma’ruf Amin. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional Komisi Dakwah MUI yang dilaksanakan di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Dalam sambutannya, President Director AXA Mandiri, Jean Philippe Vandenschrick mengungkapkan bahwa perkembangan industri asuransi syariah di Indonesia yang terus tumbuh secara positif. Tahun ini, AXA Mandiri akan melakukan literasi dan edukasi mengenai asuransi secara langsung kepada para jamaah di berbagai kota di Indonesia.

“AXA Mandiri dan MUI merasa bahwa program “Satu Juta Umat Mandiri” memberikan andil dan mendatangkan dampak yang positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai asuransi syariah,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016, indeks literasi asuransi syariah baru sebesar 2,51 persen, yang berarti hanya 2 sampai 3 orang dari 100 orang Indonesia yang di survei mengenal asuransi syariah. Sementara pemahaman indeks literasi perasuransian lebih tinggi yaitu 15,76 persen, yang artinya dari 100 orang Indonesia 15 -16 orang mengenal asuransi.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, potensi asuransi syariah di Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan industri ini yang sangat positif dari tahun ke tahun. Data OJK mencatat, per November 2016,  kontribusi asuransi syariah tumbuh 15,9 persen atau sebesar Rp 10,9 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). Adapun aset industri asuransi syariah mencapai Rp 32,5 triliun atau naik 27,9 persen.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa MUI akan terus mendukung gagasan AXA Mandiri untuk memperluas pemahaman umat Islam mengenai asuransi syariah. Ribuan Dai di berbagai kota di Indonesia akan ikut berpartispasi langsung dalam menggalakkan literasi mengenai asuransi yang sesuai dengan hukum Islam ini. Hal ini dilakukan karena dengan mengenal asuransi syariah dan memilikinya akan memberikan kemaslahatan bagi umat. 

“MUI akan selalu konsisten mendukung pengembangan industri keuangan syariah. Melalui pemahaman yang utuh mengenai asuransi syariah, kami berharap umat Islam di berbagai pelosok negeri ini akan mendapatkan pilihan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan asuransi mereka,” kata Ma’ruf Amin.

Director of Alternative Channel AXA Mandiri Henky Oktavianus menambahkan, selain memperluas literasi mengenai asuransi syariah kepada para jamaah, AXA Mandiri juga terus mengembangkan produk asuransi berbasis syariah yang dapat sesuai dengan kebutuhan kaum muslim di Indonesia.

Dalam pemasarannya, AXA Mandiri bersinergi dengan perusahaan anak Mandiri Group salah satunya Bank Syariah Mandiri (BSM). Sebagai bank syariah terbesar, BSM mempunyai potensi nasabah bagi pemasaran produk AXA Mandiri.

Didukung ketersediaan infrastruktur IT yang memadai dan 765 kantor cabang di seluruh Indonesia, BSM menjadi channeling produk AXA Mandiri yang memberikan kontribusi sangat baik dalam pemasaran produk asuransi syariah sesuai dengan segmen nasabah BSM.

“AXA Mandiri akan terus aktif mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia. Kehadiran asuransi dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dengan biaya kontribusi yang semakin terjangkau, dapat menjadi solusi untuk meringankan berbagai risiko kehidupan yang terus meningkat dewasa ini,” tutup Henky. (njs)


Back to Top