Perkuat Keamanan Jemaah, Kementrian Agama Pakistan Siapkan Undang-Undang Baru Layanan Haji dan Umrah

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, Kementerian Agama Pakistan akan memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) tentang layanan haji dan umrah. Kehadiran peraturan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penindakan hukum terhadap operator haji dan umrah yang menipu jamaah.

Menteri Agama Pakistan, Sardar Muhammad Yousaf dalam publikasi The Express Tribune mengatakan RUU ini akan segera diajukan di Majelis Nasional untuk mendapatkan persetujuan. RUU tersebut dirumuskan setelah munculnya sejumlah keluhan terhadap operator haji dan umrah palsu.

Tambah Sardar Yousaf, Kementerian telah menyiapkan RUU tersebut untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang mangkir (tidak menunaikan kewajiban terhadap jemaah).

Yousaf mengatakan, kementerian dan operator travel perlu bekerja sama untuk memperbaiki layanan bagi jamaah haji dan umrah. Kedua belah pihak harus mengutamakan kenyamanan para jamaah yang memiliki niat suci menunaikan rukun Islam kelima.

Katanya, hampir 400 ribu sampai 500 ribu orang Pakistan melakukan umrah setiap tahun dan kebanyakan dari mereka menghadapi kesulitan besar di tangan operator tur travel.

Urusan umrah Pakistan awalnya diatur oleh Kementerian Pariwisata. Namun kini aturan tersebut berubah sehingga urusan umrah menjadi kewenangan Kementerian Agama.

“Kami yakin umrah adalah kewajiban agama dan sebaiknya tidak diatur oleh Kementerian Pariwisata," kata Yousaf.  

Dalam kebijakan haji yang baru nanti, jamaah tidak perlu menunggu waktu lama untuk izin khusus untuk pergi ke Tanah Suci. Sejak beberapa waktu lalu, Arab Saudi memberlakukan larangan bagi Pakistan yakni hanya warga beruia 40 tahun ke atas yang boleh pergi umrah.

Kementerian, tambah Yousaf, sedang berupaya untuk mendapatkan kembali izin umrah tersebut tanpa adanya batasan usia. Pemerintah Saudi sendiri memberlakukan larangan tersebut setelah adanya 100 ribu orang leih warga Pakistan yang melebihi batas izin tinggal di Saudi setelah menunaikan umrah.

Sebelumnya, tahun 2016 lalu terdapat lima negara yang paling banyak mengirimkan jemaah haji. Dari urutan lima besar tersebut Indonesia merupakan negara terbanyak dalam pengiriman jemaah haji. Kemudian di peringkat kedua ditempati Pakistan, selanjutnya India, Banglades dan Nigeria.

Data tahun 2016 Saudi Press Agency (SPA) mempublikasikan mayoritas jemaah haji menempuh perjalanan melalui jalur udara dengan jumlah 930.608. Sedangkan yang  11.007 jemaah lainnya menempuh jalur laut, adapun yang menempuh jalur darat tercatat sebanyak 42.991 jemaah.

Jumlah yang telah tercatat ini masih akan bertambah mengingat jemaah haji yang diterima oleh Pemerintah Saudi pada tahun ini sekitar 1,7 juta jiwa.

Berdasarkan KTT OKI pada tahun 1987, kuota haji telah disepakati untuk masing-masing negara dengan formula perbandingan 1:1.000. Dengan demikian jumlah jemaah haji terbanyak berasal dari Indonesia, karena negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia berasal dari Indonesia. Kemudian diiringi dengan negara-negara di Asia Selatan seperti, Pakistan, India dan Banglades. (fau/dbs)


Back to Top