Penuhi Undangan Universitas Oxford Inggris, Wapres JK Akan Bicara soal Islam Indonesia

gomuslim.co.id- Sebagai Negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah kuatnya penerapan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Hal ini dapat menjadi contoh bagi Negara-negara lain yang kini dirundung konflik berkepanjanan.

Baru-baru ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan akan melakukan kunjungan kerja ke Inggris dan Bosnia. JK dijadwalkan akan memberikan kuliah tentang Islam dan toleransi masyarakat Indonesia di Oxford University, Inggris.

“Kalau ke Eropa memang saya akan diundang untuk berbicara di Oxford. Mereka ingin mengetahui Islam di Indonesia itu bagaimana. Bagaimana jalan tengahnya berjalan di Indonesia," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (09/05/2017).

JK mengatakan banyak ahli dan diplomat luar negeri yang ingin mengetahui kenapa Indonesia tidak dihantam konflik perpecahan meski berpenduduk mayoritas Islam. "Bagi kita, pentingnya adalah bagaimana mengalirkan paham bahwa Islam bisa bersatu kalau diatur dengan baik," kata JK.

Selain mengunjungi Inggris, JK juga akan ke Bosnia untuk menghadiri pertemuan ekonomi negara Balkan. Indonesia ingin mencari pasar-pasar baru di daerah tersebut.

"Karena kita selalu ingin mencari pasar baru. Karena Balkan merupakan daerah yang kurang tersentuh dalam ekonomi kita. Jadi dengan beberapa pengusaha, dalam pertemuan sangat besar itu," tutup JK.

"Balkan merupakan daerah yang tidak tersentuh dengan ekonomi kita. Jadi dengan beberapa pengusaha dalam pertemuan pengusaha-pengusaha itu kurang-lebih ada 1.500 orang hadir untuk memperkenalkan ekonomi Indonesia, kemudian apa juga Indonesia dapat melihat dan memanfaatkan ekonomi Balkan itu," tuturnya.

"Karena Balkan termasuk ke dalam negara maju zaman dulu, cuma mereka perang tapi sekarang sudah damai. Jadi itu yang saya ingin melihatnya dalam pertemuan seperti itu," tambahnya. JK dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di kedua negara itu pada 16-24 Mei mendatang.

Terkait Islam Indonesia, sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengingatkan bahwa corak Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat, penuh nilai-nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang) dan itidal (lurus). Yaitu, Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatallilalamin).

"Banyak sorotan dunia Islam ke Indonesia. Karena itu kita harus mampu menjelaskan Islam yang berkembang di Indonesia dengan penuh kerendahatian, sebab boleh jadi berbeda dengan penerapan nilai-nilai Islam di belahan dunia lain," ucap Menag.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menuturkan bahwa Islam moderat harus jadi arus utama lembaga pendidikan di Indonesia.

“Ideologi bangsa harus terus menerus ditanamkan ke generasi penerus sejak dini. Termasuk, bagi anak-anak madrasah yang seharusnya mengenal Islam moderat sebagai arus utama di Indonesia,” ujarnya.

Kamaruddin merasa, penekanan di lembaga pendidikan dikarenakan itu merupakan ladang perang paling strategis, terutama di Indonesia. Dia mengingatkan, lembaga pendidikan yang sudah dikuasai akan berdampak fundamental, yang bisa terjadi dalam jangka panjang.

Termasuk, lanjut Kamaruddin, di level perguruan-perguruan tinggi yang sudah diberikan instruksi agar melaksanakan upaya efektif dan produktif menangkal potensi itu. Dia menegaskan, upaya yang diperlukan bukan sekadar deklarasi melainkan harus masuk ke fundamental.

"Pesantren, guru-guru agama, harus mengarusutamakan Islam moderat, kesadaran sebagai umat beragama dan warga negara harus berjalan bersamaan," ungkapnya. (njs/dbs)

 


Back to Top